Des 05, 2021 10:51 Asia/Jakarta
  • Ali Bagheri Kani.
    Ali Bagheri Kani.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Politik mengatakan kegiatan nuklir Republik Islam harus berlanjut.

Ali Bagheri Kani dalam wawancara dengan televisi Aljazeera, Sabtu (4/12/2021) menuturkan Amerika Serikat sudah menerima dua prinsip jaminan dan verifikasi selama enam putaran perundingan JCPOA.

"Semua sanksi yang terkait dengan perjanjian nuklir dan semua sanksi yang dijatuhkan atau diberlakukan kembali oleh AS di bawah kampanye tekanan maksimum harus segera dicabut," ujarnya.

Kepala negosiator Iran ini menambahkan kami serius dengan proposal yang kami berikan kepada mitra perundingan. Melalui proposal ini, kami menunjukkan tekad serius untuk mencapai sebuah kesepakatan.

"Proposal kami ada di atas meja mitra perundingan dan rencananya mereka akan memberikan jawaban, tentu saja jawaban yang dibarengi bukti-bukti dan argumentasi yang rasional," tegasnya.

Dia menjelaskan proposal Iran disusun berdasarkan perjanjian nuklir 2015.

"Bahkan negara yang telah keluar dari JCPOA juga tertarik untuk kembali. Pada prinsipnya, negara-negara yang masih tergabung dalam JCPOA tidak ingin menghancurkan perjanjian nuklir ini," tuturnya.

Menanggapi klaim tak berdasar tentang pengayaan uranium 90 persen oleh Iran, Bagheri Kani menegaskan kabar pengayaan 90 persen yang disebarkan oleh media dan rezim Zionis langsung dibantah oleh pejabat tertinggi Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Menjawab pertanyaan tentang apa yang akan terjadi jika Israel menyerang reaktor nuklir Iran, ia menandaskan para pejabat Zionis memimpikan serangan ke Iran dan jika mereka mewujudkannya, mereka tidak akan pernah terbangun. (RM)

Tags