Des 06, 2021 11:04 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran, Ayatullah Sayid Ebrahim Raisi
    Presiden Iran, Ayatullah Sayid Ebrahim Raisi

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi mengatakan pemerintah Iran menuntut pencabutan sanksi yang menindas terhadap negaranya.

Presiden Iran, Ayatullah Sayid Ebrahim Raisi dalam wawancara langsung yang disiarkan televisi nasional Iran hari Minggu (5/12/2021) menyinggung usulan Iran pada perundingan Wina dalam bentuk dua masalah mengenai pencabutan sanksi yang menindas dan isu nuklir. 

"Hari ini Iran kembali membuktikan kepada dunia mengenai kesiapannya untuk berpartisipasi dalam negosiasi dengan kekuatan dunia secara bermartabat," ujar Raisi.

"Pencabutan sanksi yang menindas adalah prioritas pemerintah Iran, dan sejauh ini telah mengadakan lebih dari 100 pertemuan dan kontak dengan para pemimpin dan pejabat dari berbagai negara untuk memperluas hubungan budaya dan ekonomi dengan dunia," tegasnya.

Dalam percakapan telepon ini, Presiden Republik Islam Iran juga menyinggung kunjungannya baru-baru ini ke Tajikistan dan mengatakan, "Setelah kunjungan ini, hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara meningkat tiga kali lipat."

Menyinggung kehadirannya di KTT SCO dan KTT ECO, Presiden Iran mencatat bahwa kedua pertemuan tersebut merupakan peluang bagi Tehran untuk memberikan ruang baru bagi perluasan hubungan dengan tetangga dan negara-negara di kawasan.

Presiden Republik Islam Iran juga mengumumkan penandatanganan beberapa perjanjian dengan negara-negara tetangga yang akan segera dipublikasikan di media.(PH)

Tags