Des 11, 2021 17:19 Asia/Jakarta
  • Isu Palestina
    Isu Palestina

Ketua Parlemen Republik Islam Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf di konferensi ke-16 Uni Parlemen Negara-negara Organisasi Konferensi Islam/ OKI (The Parliamentary Union of the OIC Member States, PUIC) di Turki menyebut isu Palestina sebagai prioritas utama dunia Islam.

Agenda konferensi ini fokus pada isu Palestina dan Afghanistan. Ghalibaf menjelaskan bahwa negara-negara Islam telah memulai gerakan baru dalam beberapa dekade terakhir dengan bantuan upaya nasional untuk pembangunan di berbagai aspek kehidupan budaya, sosial dan politik. "Tapi transformasi bertahap ini akan menandai masa depan yang menjanjikan bagi dunia Islam ketika semua negara Muslim bersatu untuk memecahkan masalah dunia Islam dengan bersatu di sekitar nilai-nilai Islam bersama," tegas Ghalibaf.

Seraya mengisyaratkan kondisi Palestina, Ghalibaf di pidatonya mengatakan, kini setelah lebih dari tujuh dekade ketika dunia menyaksikan kebijakan dan langkah sadis rezim Zionis Israel melanggar sendi-sendi Hak Asasi Manusia (HAM) dan kehormatan rakyat Palestina. Tapi pertanyaan yang ada adalah apa yang dilakukan negara-negara Islam di bidang ini ? Pertanyaan ini yang jawabannya harus ditemukan dengan menyaksikan kondisi bangsa Palestina saat ini dan berlanjutnya kezaliman serta pendudukan Israel terhadap sebuah bangsa.

Quds

Dukungan terhadap bangsa Palestina memiliki dua dimensi penting, dimensi pertama adalah dukungan terhadap muqawama dan resistensi melawan penjajah untuk mengakhiri sebuah penindasan bersejarah.

Tapi dimensi kedua isu ini adalah urgensitas untuk membangun solidaritas sejati antara negara-negara Islam untuk menyelesaikan isu-isu dunia Islam. Seraya menekankan poin ini, ketua lembaga legislatif Iran menyebtu persatuan, konvergensi dan partisipasi antara muslim sebagai isu terpenting strategi dunia Islam. Ia menjelaskan, urgensitas ini harus mendapat perhatian serius PUIC.

Peristiwa Palestina menunjukkan bahwa dengan bungkam dan sikap pasif, sebuah kezaliman terhadap sebuah bangsa tidak dapat dihapus. Dalam kisah yang menyakitkan ini, segala sesuatu dari suatu bangsa, tanahnya, kehormatannya, dan identitasnya telah disita. Dalam agresi terang-terangan ini, rezim Israel telah melanggar prinsip-prinsip Piagam PBB dan bertanggung jawab atas pengungsian lebih dari 5 juta warga Palestina. Rezim kriminal Israel telah mengejar dua tujuan sejak menyatakan keberadaannya yang tidak sah pada tahun 1948.

Tujuan pertama; Meraih legalitas di samping penjajahan, di mana tujuan ini bulum juga berhasil diraih karena muqawama Palestina telah mempertanyakan legalitas rezim Zionis Israel.

Sheikh Mahir Hammoud, ketua Perhimpunan Internasional Ulama Perlawanan seraya menekankan poin bahwa Quds dan Palestina merupakan isu utama dan poros dunia Islam mengingatkan, kemenangan muqawama tahun 2006 dan prestasi muqawama Gaza tahun 2009, 2012 dan 2014 telah menggagalkan rencana Amerika dan Israel untuk mengubah perbatasan geografi negara-negara Islam. Muqawama membutuhkan dukungan.

Tujuan kedua Israel; Menguasai Baitul Maqdis yang menjadi kiblat pertama umat Muslim dan menghapus identitas bersejarah sebuah bangsa. Amerika dan Israel dalam melanjutkan proses ini, di bidang politik mengejar normalisasi Israel dengan negara-negara Arab kawasan dengan harapan isu Palestina dapat dilupakan untuk selamanya.

Tak diragukan lagi hak kepulangan dan menentukan nasib sendiri serta hak untuk membentuk sebuah pemerintahan independen seluruh bangsa Palestina termasuk topik penting dalam hak-hak rakyat Palestina dalam kerangka Piagam Hukum Internasional.

Ketua Parlemen Iran, Ghalibaf

Republik Islam Iran meyakini bahwa menerapkan perdamaian yang adil dan universal di dunia hanya dapat diraih dengan mengakhiri kezaliman dan kekerasan, menghormati hak berbagaibangsa dan nilai-nilai agama serta budaya dan komitmen terhadap prinsip menentukan nasib sendiri oleh sebuah bangsa. Pidato ketua parlemen Republik IslamIran di konferensi ke-16 Uni Parlemen Negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan urgensitas dukungan negara-negara Islam terhadap bangsa Palestina menekankan masalah ini.(MF)

 

Tags