Des 21, 2021 19:53 Asia/Jakarta
  • Manuver gabungan Nabi Besar Saw 17
    Manuver gabungan Nabi Besar Saw 17

Manuver gabungan Nabi Besar Saw 17 digelar di Teluk Persia, Selat Hormuz dan pantai di Provinsi Hormozgan, Bushehr dan Khuzestan.

Seperti dilaporkan Iran Press Senin (20/12/2021) Wakil Komandan Operasi IRGC, Brigadir Jenderal Abbas Nilforoushan mengatakan, "Kegiatan ini diikuti oleh pasukan Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara IRGC serta beberapa divisi dari Organisasi Basij Mustazafin."

Dia menjelaskan latihan ini bersandi "Ya Fatimah Zahra" dengan semboyan "kekuatan, keamanan, dan pencegahan aktif yang berpijak pada persatuan, solidaritas, dan kesatuan nasional."

"Latihan ini untuk meningkatkan tingkat kesiapan tempur IRGC dengan menggunakan peralatan yang paling canggih dan taktik-taktik untuk menghadapi ancaman dan perang hibrida (hybrid warfare)," kata Brigjen Nilforoushan.

Brigjen Nilforoushan

Latihan menangani berbagai spektrum ancaman yang memiliki karakteristik sinkronisitas, koherensi, dan keterjeratan dalam domain lunak, semi-keras, dan keras akan dioperasionalkan untuk pertama kalinya dalam latihan ini.

Angkatan bersenjata Iran memiliki kesiapan penuh untuk melawan setiap ancaman dan di setiap level sesuai dengan ancaman tersebut. Dengan memanfaatkan kemampuan militer dan pertahanan dalam negeri, militer Iran pastinya memiliki kekuatan penuh untuk melawan anasir pengobar instabilitas di kawasan.

Oleh karena itu, poin pertama dalam menjelaskan urgensitas latihan ini adalah doktrin miilter Iran bertumpu pada tujuan strategis dan dengan dasar ini, militer Iran harus memiliki kesiapan tepmur di level defensif dan membalas setiap agresi dan ancaman musuh.

Poin kedua adalah penyelenggaraan manuver ini di kawasan yang memiliki nilai strategis penting dari sisi sisi menjaga keamanan regional.

Poin ketiga adalah penggunaan peralatan canggih dan sistem kuat pertahanan serta peralatan dalam negeri di latihan kali ini.

Laporan American Institute for Strategic and International Studies mengakui bahwa Iran memiliki kemampuan militer yang signifikan.

Lembaga Amerika Midle East di sebuah analisanya terkait kekuatan maritim Iran di Teluk Persia dan Selat Hormuz menulis, "Iran memiliki berbagai sarana dan menunjukkan kekuatan militer unggulnya di Teluk Persia dan Selat Hormuz sebagai jaminan keamanan energi dunia."

Lembaga ini lebih lanjut menambahkan, Iran juga memiilki kemampuan rudal yang patut diperhitungkan.

Salah satu bagian penting pertahanan Iran adalah kepemilikan kemampuan rudal yang memiliki nilai strategis yang urgen untuk pertahanan, serta mampu menciptakan kemampuan baru di bidang ini.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam sebuah pidatonya sekaitan kasus ini mengatakan bahwa alasan kekhawatiran tentang pertahanan, rudal, dan kemampuan regional Iran adalah perhitungan yang akurat dan rasional dari Republik Islam untuk mencapai kemampuan ini. Rahbar menandaskan, "Gosip ini akibat ketakutan mereka dan keterbelakangan mereka di bidang ini, tapi perhitungan rasional ini harus tetap dipertahankan dengan mengabaikan agitasi ini serta berkat rahmat Allah, Republik Islam akan tetap maju di seluruh sektor ini."

Rahbar, Ayatullah Khamenei

Di pertemuan dengan para komandan dan staf angkatan udara serta unit anti-udara militer, Rahbar menekankan urgensitas membuat Iran semakin kuat di segala sektor khususnya di bidang pertahanan dan menjelaskan bahwa lemah akan mendorong musuh melakukan tindakan.

Rahbar menandaskan, "Kita tidak ingin menggertak dan mengancam negara dan bangsa mana pun, tapi kita ingin menjaga keamanan negara serta mencegah ancaman."

Kemampuan ini tak diragukan lagi merupakan bagian dari urgensitas pertahanan dan kekuatan defensif Iran, tapi tak diragukan lagi bahwa Iran sekali-kali bukan pihak pertama yang mengobarkan perang. Manuver teratur angkatan bersenjata Iran juga digelar sesuai dengan urgensitas pertahanan dan mempertahankan level kesiapan untuk membalas beragam ancaman. Dari sudut pandang ini, pesan manuver bersama Nabi Besar Saw 17 digelar dengan semboyan "kekuatan, keamanan, dan pencegahan aktif yang berpijak pada persatuan, solidaritas, dan kesatuan nasional". (MF)

 

Tags