Des 25, 2021 11:12 Asia/Jakarta
  • Ini Jawaban Kemlu Iran Tanggapi Intervensi Inggris

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menanggapi statemen intervensi Menteri Luar Negeri Inggris mengenai kemampuan pertahanan Iran.

Jubir Kemlu Iran, Saeed Khatibzadeh mereaksi intervensi kementerian luar negeri Inggris tentang kemampuan pertahanan Iran pada Jumat ( 24/12/2021) malam, dengan mengatakan, "Republik Islam Iran bertindak dalam kerangka hukum dan peraturan internasional dan sesuai dengan kebutuhan pertahanannya. Oleh karena itu, pernyataan intervensi dalam urusan internal Iran menunjukkan kelanjutan dari kebijakan standar ganda London,".

"Pada saat yang sama, Inggris berada dalam perlombaan tanpa akhir untuk menjual senjata paling merusak di  Asia Barat dan kawasan lain yang dilanda krisis di dunia, dan terus mengabaikan perjanjian internasional dengan membuat pakta AUKUS, tapi ironisnya menyampaikan kekhawatiran terhadap negara lain yang melakukan latihan militer," ujar Khatibzadeh.

"Program nuklir Republik Islam Iran, sebagaimana dibuktikan oleh ribuan jam inspeksi dan banyak laporan Badan Energi Atom Internasional benar-benar berstatus damai, dan Iran tidak memiliki rencana untuk menggunakan nuklir untuk kepentingan militer dan tidak menginginkannya," tegasnya.

Khatibzadeh menambahkan bahwa Inggris tahu lebih baik daripada pihak lain mengenai status program rudal Iran yang tidak ada hubungannya dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB no.2231.

Diplomat senior Iran ini menekankan, "Republik Islam Iran tidak akan pernah mengizinkan siapa pun untuk mengintervensi masalah program pertahanan dalam negeri, dan tidak akan merundingkannya dengan pihak lain,".

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Inggris mengambil sikap intervensionis mengenai kemampuan pertahanan Iran, dengan mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan kemarahannya terhadap peluncuran rudal balistik pada latihan militer Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Inggris mengklaim langkah-langkah Iran ini sebagai ancaman bagi keamanan regional maupun global, dan meminta Tehran segera menghentikannya.

Manuver militer Nabi Besar Muhammad Saw ke-17 digelar selama lima hari sejak hari Senin di pantai Teluk Persia, Selat Hormuz dan wilayah lain di provinsi Hormozgan, Bushehr dan Khuzestan dengan kehadiran darat IRGC, angkatan laut dan unit angkatan udara serta beberapa unit Basij.

Pada tahap akhir latihan yang berlangsung hari Jumat, rudal Emad, Qadr, Sajil, Zelzal, Dezful dan Zulfiqar berhasil menghantam dan menghancurkan target simulasi dengan akurasi 100 persen.(PH) 

Tags