Des 31, 2021 13:08 Asia/Jakarta
  • Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi
    Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi

Presiden Republik Islam Iran, dalam pertemuan sejumlah keluarga para syahid Pertahanan Suci dan Modafean-e Haram di kota Qom menekankan, "Hizbullah dan gerakan Perlawanan berada di atas angin di kawasan saat ini."

"Hari ini, Amerika lebih lemah dari sebelumnya dan di kawasan keunggulan dan inisiatif berada di tangan pasukan Hizbullah dan Mujahidin, termasuk Palestina," kata Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi selama pertemuan tersebut ketika menyinggung pengusiran pasukan Amerika dari Suriah, Afghanistan dan Irak. Demikian dilaporkan situs President.ir.

Raisi menambahkan, "Para syahid memastikan keamanan kawasan dan kenyamanan hari ini berkat darah para syahid, tetapi musuh tidak menyerah dan memindahkan teroris Daesh (ISIS) dari Suriah ke Afghanistan."

Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi

Mengacu pada perkembangan di Afghanistan, Raisi mengatakan, "Keamanan Afghanistan adalah keamanan Republik Islam dan ketidakamanan di sana adalah ketidakamanan di Iran."

"Selain hubungan bertetangga, kekerabatan dan sejarah, sejarah Iran dan Afghanistan saling terkait dan penderitaan rakyat Afghanistan dalam tiga dekade terakhir adalah penderitaan seluruh Iran," ungkap Raisi.

Menurut Raisi, "Segala upaya dilakukan untuk membawa sebuah pemerintahan berkuasa di Afganistan agar rakyat negeri ini merasa bahwa pemerintahan ini adalah untuk semua golongan dan suku Afganistan di negeri ini dan memberikan kedamaian bagi rakyat negeri ini."

Presiden Iran menjelaskan, "Sekitar 4 juta orang Afghanistan tinggal di Iran. Kehidupan orang Iran dan Afghanistan begitu terjalin sehingga mereka tidak bisa dibedakan."

Menyinggung perjuangan pasukan Heydarian, Zainebiyoun dan Fatemiyoun di kawasan, Presiden Raisi menjelaskan, "Perjuangan ini adalah gerakan abadi dalam membela kawasan dan nilai-nilai Islam melawan gerakan Takfiri."

Raisi mengingatkan, "Sebuah kelompok yang dibuat oleh Amerika Serikat datang untuk menghancurkan seluruh kawasan dan sekarang mereka menjadi ancaman besar di Afghanistan, dan perlawanan para pejuang dari kaum muda, Muslim, beriman dan komtmen dengan prinsip membuat kawasan aman."

"Daesh adalah hasil karya Zionis, dan mereka menugaskan Daesh untuk mengambil tindakan proksi dan menghancurkan kawasan," ungkap Raisi.

"Daesh menghancurkan masjid umat Islam dan membantai umat Islam, di mana jenis pekerjaan ini hanya dilakukan oleh Zionis," tegas Raisi.

"Letjen Syahid Qassem Soleimani bukanlah pribadi saja, tapi adalah satu gerakan dan ajaran ini merupakan perpanjangan ajaran Imam Husein as. Untuk alasan ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam menginstruksikan agar ajaran Syahid Soleimani harus diperkenalkan," pungkas Raisi.

Tags