Jan 01, 2022 17:52 Asia/Jakarta
  • Shalat Jumat di Tehran, 31 Desember 2021.
    Shalat Jumat di Tehran, 31 Desember 2021.

Shalat Jumat di Tehran pada 31 Desember 2021 berlangsung di Mushalla Besar Imam Khomeini ra di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran.

Shalat Jumat ini dipimpin oleh Ayatullah Sayid Ahmad Khatami yang juga sekaligus sebagai Khatib Shalat Jumat.

Dalam Khutbahnya, Ayatullah Sayid Khatami mengatakan, balas dendam terakhir kami atas pembunuhan Haj Qassem Soleimani adalah bahwa semua pelaku, orang-orang yang terlibat dan terutama Donald Trump penjahat, harus dihukum.

Letnan Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan al-Quds Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Mohammed Ali Ebrahimi yang dikenal dengan Abu Mahdi al-Muhandis, Wakil Komandan Pasukan Relawan Irak Hashd al-Shaabi gugur syahid diserang oleh rudal drone pasukan teroris Amerika Serikat di dekat bandara Internasional Baghdad, ibu kota Irak pada Jumat dini hari, 3 Januari 2020.

Serangan tersebut dilakukan atas perintah langsung dari Donald Trump, Presiden AS di masa itu. Empat anggota pasukan IRGC (Pasdaran) yang menyertai Letjen Soleimani dan empat anggota pasukan Hashd al-Shaabi yang menyertai Abu Mahdi al-Muhandis juga gugur syahid dalam serangan udara tersebut.

Syahid Letjen Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis memainkan peran penting dalam mengalahkan dan menumpas kelompok teroris takfiri (Daesh/ISIS) di Irak dan Suriah.

Khatib Shalat Jumat Tehran lebih lkanjut menyinggung ancaman rezim Zionis Israel bahwa pihaknya akan menyerang Iran.

"Jika rezim Zionis membuat kesalahan sekecil apa pun terhadap Iran, maka angkatan bersenjata Iran akan membalasnya dengan jawaban yang menghancurkan," tegasnya.  

Ayatullah Sayit juga menyinggung manuver militer terbaru IRGC dan reaksi pejabat rezim Zionis, dengan mengatakan, "Jika mereka membuat kesalahan dan berpikir untuk melakukan agresi melawan bangsa Iran, maka harinya akan berubah menjadi malam yang gelap gulita dengan misil IRGC,".

Di bagian lain khutbahnya, Ayataullah Khatami menjelaskan mengenai haul kedua kesyahidan Letjen Soleimani.

"Republik Islam Iran menampar AS dengan serangan rudal ke pangkalan militer Ain al-Assad. Tetapi balas dendam terakhir adalah hukuman terhadap semua aktor, dari komandan, pelaku, hingga penasihat pembunuhan Syahid Soleimani, terutama penjahat Trump, yang secara eksplisit melakukan kejahatan ini," ujarnya.

Dia menegaskan, darah suci Syahid Soleimani dan rekan-rekannya mengakhiri kehadiran ilegal Amerika Serikat di Afghanistan dan dengan persetujuan parlemen Irak, mereka akan segera dipaksa meninggalkan negara ini. (RA)

 

 

Tags