Jan 03, 2022 09:24 Asia/Jakarta
  • Mahasiswa Iran unjuk rasa di depan Kedubes Swiss, Minggu (2/1/2022) malam.
    Mahasiswa Iran unjuk rasa di depan Kedubes Swiss, Minggu (2/1/2022) malam.

Ratusan mahasiswa Republik Islam Iran menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Swiss di Tehran, pada Minggu malam, 2 Januari 2022.

Mereka membakar bendera Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel di depan Kedubes Swiss yang mewakili dan menjaga kepentingan AS di Republik Islam Iran.

Demonstrasi tersebut dilakukan pada malam haul kedua Letnan Jenderal Qassem Soleimani dan para syuhada yang gugur dalam serangan udara Amerika di Irak.

Letjen Qassem Soleimani, Komandan Pasukan al-Quds Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Mohammed Ali Ebrahimi yang dikenal dengan Abu Mahdi al-Muhandis, Wakil Komandan Pasukan Relawan Irak Hashd al-Shaabi gugur syahid diserang oleh rudal drone pasukan teroris Amerika Serikat di dekat bandara Internasional Baghdad, ibu kota Irak pada Jumat dini hari, 3 Januari 2020 atau 13 Dey 1398 HS.

Serangan tersebut dilakukan atas perintah Donald Trump, Presiden AS di masa itu. Empat anggota pasukan IRGC (Pasdaran) yang menyertai Letjen Soleimani dan empat anggota pasukan Hashd al-Shaabi yang menyertai Abu Mahdi al-Muhandis juga gugur syahid dalam serangan udara tersebut.

Tasyi' jenazah para Syuhada dilakukan dari kota Kadhimain, Baghdad, Najaf, Karbala, Ahvaz, Mashhad, Tehran dan Qom serta berakhir di Kerman. Tasyi' yang diikuti oleh jutaan orang ini berlangsung dari hari Sabtu, 4 Januari 2020 atau 14 Dey 1398 Hs hingga Rabu, 8 Januari 2020/ 18 Dey 1398 HS.

Syahid Letjen Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis memainkan peran penting dalam mengalahkan dan menumpas kelompok teroris takfiri (Daesh/ISIS) di Irak dan Suriah.

Wakil Kepala Kehakiman Iran untuk Urusan Internasional Kazem Gharibabadi pada Rabu, 22 Desember 2021, mengatakan bahwa dakwaan terhadap para pelaku pembunuhan Letjen Soleimani dan rekan-rekannya akan dikeluarkan pada akhir tahun. (RA)

 

Tags