Jan 03, 2022 14:07 Asia/Jakarta
  • Letnan Jenderal Syahid Qasem Soleimani.
    Letnan Jenderal Syahid Qasem Soleimani.

Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht-e Ravanchi mendesak Dewan Keamanan PBB agar meminta pertanggung jawaban dari Amerika Serikat dan Israel atas pembunuhan Letnan Jenderal Qasem Soleimani.

"Karena dampak tragis dari tindakan teroris ini terhadap perdamaian dan keamanan internasional, Dewan Keamanan harus memenuhi tanggung jawabnya dan meminta pertanggung jawaban dari AS dan rezim Zionis atas perencanaan, dukungan, dan pelaksanaan aksi teror ini," kata Takht-e Ravanchi dalam suratnya kepada Presiden Dewan Keamanan PBB.

Dia mencatat bahwa mantan kepala dinas intelijen militer Israel dalam sebuah wawancara mengakui keterlibatan rezim Zionis dalam pembunuhan terencana terhadap Syahid Soleimani, dan menyebutnya sebagai salah satu dari dua teror penting selama masa jabatannya.

"Tindakan kriminal yang salah secara internasional ini merupakan pelanggaran berat terhadap kewajiban AS di bawah hukum internasional, sehingga harus bertanggung jawab secara internasional," tegas Takht-e Ravanchi seperti dilansir kantor berita IRNA.

Diplomat Iran ini menggarisbawahi bahwa Syahid Soleimani memainkan peran penting dalam memerangi terorisme internasional. Oleh karena itu, ia berhak diberikan gelar Pahlawan Perang Melawan Terorisme dan Jenderal Perdamaian.

"Pembunuhan pengecut ini merupakan hadiah dan pengabdian besar kepada Daesh dan kelompok teroris lainnya di kawasan, mereka juga menyambut pembunuhan ini," tandasnya.

Letnan Jenderal Qasem Soleimani, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan rekan-rekannya, dibunuh pada 3 Januari 2020 di dekat Bandara Internasional Bagdad atas perintah langsung Presiden AS Donald Trump. (RM)

Tags