Jan 14, 2022 23:46 Asia/Jakarta
  • Mayor Jenderal Hossein Salami.
    Mayor Jenderal Hossein Salami.

Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut aksi balas dendam terhadap para pelaku pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani sebagai sebuah strategi dan tujuan.

“Pembunuhan Komandan Pasukan Quds IRGC bukan hanya tidak mengganggu jalannya, tetapi juga menciptakan gelora di hati yang menyerukan seluruh Dunia Islam untuk mengobarkan jihad melawan pendudukan kaum arogan,” kata Mayor Jenderal Hossein Salami dalam wawancara dengan situs Khamenei.ir, Jumat (14/1/2022).

Menurutnya, berkat perjuangan Syahid Soleimani, Palestina telah berubah menjadi identitas yang tangguh, cemerlang, dan kuat.

“Pertempuran Saif al-Quds, perang terbaru antara Palestina dan Zionis, menunjukkan bahwa Palestina baru telah muncul. Peran Jenderal Soleimani mengubah semangat jihad dalam diri rakyat Palestina menjadi struktur kekuatan,” kata Mayjen Salami.

Dia menambahkan, situasi hari ini menunjukkan bahwa Syahid Soleimani lebih berbahaya bagi musuh daripada Jenderal Soleimani.

“Saat Jenderal Soleimani masih hidup, kita hanya mengenal satu Jenderal Soleimani, tetapi ketika ia telah mati syahid, dia menjadi jutaan Soleimani, yang semuanya sekarang berbicara tentang balas dendam,” tandas Komandan IRGC.

Jenderal Qasem Soleimani dan Wakil Ketua Hashd al-Shaabi Irak Abu Mahdi al-Muhandis, bersama dengan delapan pengawal mereka, gugur syahid dalam serangan udara pasukan teroris AS di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020. Serangan ini dilakukan atas perintah langsung Presiden Donald Trump.

Jenderal Soleimani dan al-Muhandis memainkan peran kunci dalam menghancurkan kelompok teroris Daesh yang didukung oleh AS di kawasan, khususnya di Irak dan Suriah. (RM)

Tags