Jan 16, 2022 18:34 Asia/Jakarta
  • kapal perang Iran
    kapal perang Iran

Komandan Angkatan Laut Militer Iran menilai tujuan kehadiran Iran di perairan internasional adalah mewujudkan keamanan dan membantu kapal-kapal laut, serta menunjukkan kekuatan, dibarengi dengan mengirim pesan damai serta persahabatan.

Laksamana Muda Shahram Irani menyinggung kehadiran AL Militer Iran di lautan jauh dan menuturkan, "Tujuan terpenting kehadiran Iran di wilayah yang jauh adalah untuk mewujudkan keamanan pelayaran dan mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dengan kemampuannya terutama di bidang maritim, tidak mengenal batas untuk hadir di lokasi mana pun."

Komandan AL Militer Iran menjelaskan bahwa seluruh aktivitas dan opeasi AL Militer Iran dan AL Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC dilakukan dengan koordinasi, sinergitas dan solidaritas.

Ia menambahkan, "Koordinasi ini menyebabkan musuh tidak bisa menciptakan kekosongan dalam sistem, dan mewujudkan ketidakamanan di bidang terorisme laut yang merupakan keahlian mereka."

Iran dari sisi geografis berada pada wilayah yang sensitif. Laut Kaspia di utara, Teluk Persia dan Laut Oman di selatan, dan Selat Hormuz yang strategis, merupakan bagian dari wilayah Iran. Hal ini menunjukkan posisi Iran yang sangat sensitif dan strategis di kawasan Asia Barat.

Sekitar 90 persen transaksi perdagangan Iran dilakukan melalui jalur laut, sementara perairan internasional selalu berada di bawah ancaman terorisme, dan perompakan. Akan tetapi kehadiran luas Angkatan Laut Iran menyebabkan musuh tidak mampu menciptakan masalah serius atas jalur ekonomi Iran.

AL Iran sejak awal tahun 2001, seiring dengan semakin seriusnya ancaman perompakan laut di Teluk Aden dan Selat Bab El Mandeb, mulai mengirim armada lautnya ke perairan kawasan dan lokasi lain, dalam formasi satu unit kapal perang dan satu unit kapal pendukung.

Komandan AL Militer Iran Laksamana Muda Shahram Irani

 

Sejak saat itu, AL Militer Iran berhasil melindungi ribuan kapal Iran, dan non-Iran, dan dalam banyak kasus, AL Iran berhadapan langsung dengan perompak laut, dan membebaskan kapal-kapal yang dirampas oleh mereka.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar berulangkali menekankan pentingnya memperkuat posisi maritim Iran. Pada tahun 2009, Rahbar di Universitas Ilmu Kemaritiman, Bushehr mengatakan, "AL Iran hari ini di banyak wilayah dunia, dan di dalam negeri, merupakan pasukan strategis. AL harus dipandang sebagai sebuah pasukan strategis. Pesisir pantai tenggara Iran yang berada di bawah naungan AL Militer Iran adalah wilayah yang sangat penting, dan memiliki sangat banyak kapasitas untuk maju, perhatikanlah wilayah itu dan jangan anggap remeh. Lanjutkan pelayaran yang sekarang Alhamdulillah sudah mengalami kemajuan dibandingkan sebelumnya, perhatikan infrastruktur, jangan anggap sepele, perhatikan fasilitas dan instrumen pertahanan kapal di semua tempat, terutama di perairan selatan."

AL Iran meski berada di bawah tekanan sanksi, dengan bersandar pada kemampuan dalam negeri dan para ahli Iran, berhasil meningkatkan kemampuannya. Di tahun ini AL Iran berhasil mencapai puncak kesuksesan dengan mengirim Armada 75 ke perairan internasional pada Mei 2021, dan untuk pertama kalinya menempuh perjalanan laut sejauh 45.000 kilometer selama 133 hari, dan mencatat rekor pelayaran terpanjang dalam sejarah Iran.

Berkat operasi ini, Iran untuk pertama kalinya hadir di utara Samudra Pasifik dan di belahan bagian utara bumi, dan sukses menjalankan misinya dengan menempuh Samudra Hindia, selatan Samudra Pasifik, dan utara Samudra Pasifik yang bertetangga dengan 55 negara dunia.

Saat ini AL Militer Iran dengan dilengkapi berbagai kapal buatan dalam negeri baru baik kapal permukaan atau kapal selam, telah berubah menjadi sebuah kekuatan besar di wilayah Teluk Persia dan utara Samudra Hindia.Capaian ini memberikan pengaruh besar bagi upaya menjaga kepentingan nasional, tujuan pertahanan dan perang melawan terorisme laut serta mewujudkan perdamaian dan keamanan maritim. (HS)

Tags