Jan 18, 2022 11:21 Asia/Jakarta
  • Foto Brigadir Jenderal Ismail Qaani (kiri) dan Muqtada al-Sadr (kanan).
    Foto Brigadir Jenderal Ismail Qaani (kiri) dan Muqtada al-Sadr (kanan).

Sebuah sumber politik Irak mengatakan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah bertemu dengan pemimpin Gerakan Sadr, dan diputuskan bahwa Gerakan Sadr dan Komite Koordinasi Syiah akan membentuk sebuah fraksi.

Komandan Pasukan Quds IRGC, Brigadir Jenderal Ismail Qaani bertemu dengan Pemimpin Gerakan Sadr Irak, Muqtada al-Sadr di kota al-Hananah, Najaf pada Senin (17/1/2022) seperti dilaporkan Baghdad al-Yawm.

Kedua pihak membahas cara-cara untuk menyatukan pandangan faksi-faksi politik Syiah. Mereka memutuskan bahwa Gerakan Sadr dan Komite Koordinasi Syiah akan membentuk sebuah fraksi di parlemen Irak.

Sumber tersebut menuturkan pembentukan fraksi itu bertujuan untuk membentuk pemerintah baru Irak.

"Al-Sadr berkata dalam pertemuan itu bahwa jika Nouri al-Maliki, Ketua Koalisi Negara Hukum, tidak berpartisipasi dalam pemerintahan baru, maka Gerakan Sadr dan Komite Koordinasi Syiah akan membentuk sebuah fraksi," kata sumber itu.

Para anggota Komite Koordinasi Syiah bertemu dengan al-Sadr pada Desember 2021 untuk membahas isu-isu yang belum terpecahkan dengan maksud memperkuat persatuan dan bertukar pandangan tentang kepentingan bangsa Irak, yang menjadi prioritas semua kelompok.

Pada Selasa lalu, Muqtada al-Sadr menekankan kembali posisinya tentang pemerintahan mayoritas nasional. "Pintu terbuka untuk mereka yang masih kami anggap baik untuk membentuk pemerintahan mayoritas nasional," tegasnya. (RM)

Tags