Jan 19, 2022 08:30 Asia/Jakarta

Presiden Republik Islam Iran akan berangkat ke Rusia hari Rabu (19/01/2022) atas undangan resmi dari mitranya dari Rusia dalam rangka memperluas interaksi ekonomi, politik dan budaya.

Dalam kunjungannya ke Moskow, Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi, akan bertemu dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin.

Menghadiri dan berpidato di sidang paripurna Duma, bertemu dengan warga Iran yang tinggal di Rusia, dan bertemu dengan para aktivis ekonomi Rusia adalah bagian dari rencana perjalanan dua hari presiden Iran.

Perjalanan Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi

Para menteri luar negeri, perminyakan dan ekonomi serta menteri keuangan Iran akan menemani presiden dalam perjalanan tersebut.

Kunjungan Raisi ke Moskow penting dari sudut pandang politik, ekonomi serta kerja sama regional dan internasional, dan menunjukkan implementasi pendekatan pemerintah Raisi untuk mengaktifkan diplomasi regional dan melihat ke Timur.

Sebelumnya, Presiden Iran telah melakukan perjalanan ke Tajikistan dan Turkmenistan sejalan dengan pendekatan pemerintah Raisi untuk memaksimalkan hubungan dengan tetangga dan negara-negara di kawasan.

Baca juga: Iran, Rusia dan Cina akan Segera Gelar Latgab di Teluk Persia

Hubungan Iran-Rusia telah mengalami banyak pasang surut sepanjang sejarah, tetapi dalam beberapa tahun terakhir kedua negara telah mengambil langkah-langkah menuju hubungan dan kerja sama yang lebih erat satu sama lain di berbagai bidang.

Iran dan Rusia berbagi kepentingan strategis di bidang bilateral, terutama hubungan ekonomi, militer dan keamanan, serta dalam masalah regional dan internasional, seperti melawan unilateralisme AS, dan ini telah menjadi faktor kunci dalam kerja sama bilateral yang erat dalam beberapa tahun terakhir.

Pendekatan bersama Iran dan Rusia terkait masalah Afghanistan, Irak dan Suriah, kontra-terorisme, penolakan terhadap unilateralisme, kerja sama dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr, dukungan Rusia untuk kesepakatan JCPOA, penolakan Moskow terhadap penarikan ilegal AS dari JCPOA, serta sanksi negara terhadap Iran adalah contoh keselarasan Tehran dan Moskow dalam menghadapi perkembangan regional dan internasional.

Presiden Republik Islam Iran akan berangkat ke Rusia hari Rabu (19/01/2022) atas undangan resmi dari mitranya dari Rusia dalam rangka memperluas interaksi ekonomi, politik dan budaya.

Kapasitas besar untuk memperluas hubungan ekonomi

Baik Iran dan Rusia berada di bawah sanksi AS. Oleh karena itu memperdalam hubungan ekonomi antara kedua negara adalah cara yang efektif untuk meredakan sanksi sepihak AS.

Namun terlepas dari potensi besar di bidang sains dan teknologi, industri, dan permesinan. pembangkit listrik, kereta api, serta di bidang energi dan eksplorasi sumber daya bawah tanah seperti tambang, tingkat hubungan ekonomi antara Iran dan Rusia masih belum sesuai dengan yang diinginkan kedua pihak.

"Meskipun ada perkembangan kerja sama bilateral antara Iran dan Rusia, sanksi telah memukul struktur hubungan ekonomi antara kedua negara," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Iran-Rusia pada Maret 2001 menandatangani perjanjian 20 tahun berjudul "hukum perjanjian atas dasar hubungan timbal balik dan prinsip-prinsip kerja sama antara Republik Islam Iran dan Federasi Rusia" dan sekarang kedua negara mencari kesepakatan baru, khususnya di bidang ekonomi.

Baca juga: Menlu Rusia dan Iran Bahas Perkembangan Perundingan Wina

"Dokumen strategis kerja sama antara Iran dan Rusia akan segera disiapkan. Draf tersebut setelah mendapat komentar dari semua lembaga terkait di dalam Iran, berdasarkan kesepakatan, akan diserahkan kepada otoritas Rusia. Setelah persetujuan otoritas Rusia, pembicaraan bilateral akan dibentuk antara kedua negara untuk finalisasi," kata Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian.

Jelas, keinginan para pejabat Iran dan Rusia adalah untuk mengembangkan hubungan di segala bidang, dan pengembangan kerja sama ekonomi adalah salah satu solusi dari agenda pemerintah kedua negara.

Selain itu, hubungan Iran-Rusia yang lebih dekat akan menjanjikan untuk meningkatkan konvergensi dan menstabilkan multilateralisme di arena internasional.

Bendera Rusia dan Iran

Kunjungan Presiden Republik Islam Iran ke Rusia juga dapat dievaluasi dalam konteks yang sama. Perjalanan ini juga dapat menjadi kesempatan untuk mencari solusi menghilangkan hambatan dalam pengembangan hubungan ekonomi.

"Kunjungan Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Rusia mempercepat pengembangan hubungan antara Moskow dan Tehran. Para pemimpin Iran dan Rusia menilai kepentingan kedua negara dalam pengembangan hubungan bilateral. Itulah sebabnya dukungan kedua pemimpin adalah dukungan yang baik untuk pengembangan hubungan," kata Alexander Palishuk, akademisi Universitas Negeri Rusia.

Tags