Jan 23, 2022 20:35 Asia/Jakarta
  • Presiden Raisi berpidato pada acara perayaan kelahiran Sayidah Fatimah az-Zahra as di Tehran.
    Presiden Raisi berpidato pada acara perayaan kelahiran Sayidah Fatimah az-Zahra as di Tehran.

Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menekankan pentingnya untuk meneladani dan mengamalkan akhlak mulia Sayidah Fatimah az-Zahra as.

Hal itu disampaikan Raisi dalam pidatonya pada acara perayaan hari kelahiran Sayidah Fatimah as dan Hari Ibu dan Wanita di Iran, Minggu (23/1/2022).

Presiden mengucapkan selamat atas hari lahirnya putri Rasulullah Saw ini, dan menambahkan bahwa umat manusia harus meneladani akhlak Sayidah Fatimah.

"Allah Swt memperkenalkan Sayidah Fatimah sebagai contoh wanita sempurna dan ia memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Kita harus mengenal dan mengamalkan dengan baik sirah dan perilakunya," imbuhnya.

Menurut Raisi, tugas kita hari ini adalah mengenal dengan baik karakter hebat dari sosok wanita yang dihormati oleh semua agama samawi ini. Sayidah Fatimah adalah teladan bagi semua manusia dan merupakan sumber dari semua keberkahan di alam.

"Banyak upaya dilakukan agar Sayidah Fatimah tidak dikenal sebagai model bagi wanita dan pemuda. Hari ini, mereka tidak ingin karakter wanita mulia ini dikenal sehingga umat manusia dapat dijauhkan dari budaya dan keyakinan Ilahi. Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk memperkenalkan budaya Fatimi sebagai budaya pembangun peradaban," jelasnya.

Raisi lebih lanjut menuturkan bahwa saat ini, masalah utama wanita adalah penghormatan yang nyata terhadap kedudukan perempuan dan perhatian pada identitas Islam.

"Tidak ada perbedaan antara pria dan wanita dalam mencapai kesempurnaan luhur manusia," tuturnya.

Berbicara tentang pandangan Islam terhadap wanita, Raisi menegaskan Islam mengakui hak atas kepemilikan, hak warisan, dan hak pilih bagi wanita 1400 tahun yang lalu. Namun, Barat baru memperhatikan masalah ini dalam beberapa abad terakhir. (RM)

Tags