Jan 26, 2022 12:05 Asia/Jakarta
  • Raisi: Pencabutan Sanksi, Tuntutan Utama Iran

Presiden Republik Islam Iran, Seyed Ebrahim Raisi menyatakan kesiapan negaranya untuk membuka ruang mencapai kesepakatan apapun, jika para pihak dalam perundingan Wina siap untuk mencabut sanksi yang menindas terhadap rakyat Iran.

Presiden Iran, Seyyed Ebrahim Raisi Raisi dalam siaran langsung televisi nasional Iran yang ditayangkan Selasa (25/1/2022) menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan perundingan langsung dengan AS dalam masalah JCPOA, dengan mengatakan, "Permintaan ini telah diajukan sejak lama. Namun sejauh ini tidak ada negosiasi langsung yang dilakukan dengan Amerika,".

"Kita akan menjalin interaksi dengan semua negara di dunia yang menghendakinya. Tetapi negara-negara yang menentang, tentu saja kita akan melawannya," ujar Raisi. 

"Pemerintah [Iran] berupaya mengejar keseimbangan dalam politik internasional, dan sejauh ini perdagangan besar dengan kapasitas ekonomi tinggi sedang dibangun dengan 15 negara tetangga," tegasnya.

Mengenai kunjungannya baru-baru ini ke Moskow, Presiden Iran mengungkapkan, "Dalam masalah keuangan dan moneter, kita setuju dengan Rusia bahwa dominasi dolar harus dipatahkan, dan kita harus berdagang dengan mata uang nasional,".

Mengenai penghapusan tarif ekspor antara Tehran dan Moskow yang akan memangkas harga produk ekspor dan impor antara kedua negara, Raisi menambahkan, "Pandangan positif Rusia di bidang penghapusan tarif akan mendorong peningkatan perdagangan di bidang barang-barang pokok,"

Seyed Ebrahim Raisi mengevaluasi semua proyek dan keputusan selama kunjungannya ke Moskow untuk kepentingan rakyat Iran ke arah pembangunan ekonomi dan penguatan kebijakan solidaritas regional.(PH)

Tags