Jan 27, 2022 16:45 Asia/Jakarta
  • Pertemuan Presiden Iran dan Menhan Azerbaijan di Tehran.
    Pertemuan Presiden Iran dan Menhan Azerbaijan di Tehran.

Menteri Pertahanan Republik Azerbaijan, Zakir Hasanov, dalam kunjungannya ke Tehran, berdiskusi dengan sejumlah pejabat Iran antara lain dengan Presiden, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata, dan Menteri Pertahanan Republik Islam tentang pengembangan hubungan kedua negara.

Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi dalam pertemuan dengan Menhan Azerbaijan Zakir Hasanov pada Rabu (26/1/2022) mengatakan, hubungan Tehran-Baku bukan hanya tentang hubungan bilateral yang sudah lazim terjalin antara negara-negara.

"Iran dan Azerbaijan tidak hanya saudara, tetapi juga hubungan yang ada merupakan ikatan yang erat antara kedua bangsa, yang berpijak pada kepercayaan masyarakat kedua negara terhadap prinsip-prinsip agama yang sama dan telah dibangun di sepanjang sejarah," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Hasanov menggambarkan pertemuan dan pembicaraannya dengan para pejabat Iran sebagai sangat penting, bermanfaat, dan menjadi pembuka jalan bagi masa depan kerja sama.

Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa sikap dan pernyataan para pejabat Azerbaijan terhadap Iran, yang diprovokasi oleh Israel dan Amerika Serikat, telah menciptakan perselisihan dan ketegangan antara kedua pihak.

Pada awal September 2021, Republik Azerbaijan mengadakan latihan gabungan dengan Turki dan Pakistan. Dua minggu kemudian, pasukan Iran dikerahkan di wilayah perbatasan dengan Azerbaijan dan melaksanakan latihan skala besar.

Namun, setelah munculnya ketegangan dan perselisihan untuk periode yang terbatas, kedua pemerintah menekankan perlunya menyelesaikan perselisihan dan memperbaiki hubungan Iran-Azerbaijan sebagai dua negara bertetengga.

Pada 28 November 2021, Presiden Iran dan Republik Azerbaijan bertemu di ibu kota Turkmenistan, di mana kedua pihak menekankan pada pemeliharaan hubungan persahabatan dan persaudaraan antara Tehran-Baku. Setelah pertemuan ini, kontrak pengiriman gas Turkmenistan ke Azerbaijan melalui wilayah Iran ditandatangani.

Iran dan Republik Azerbaijan adalah negara yang menyimpan banyak sumber energi dan memiliki potensi yang bagus untuk meningkatkan kerja sama di pasar energi regional dan global. Kedua pihak mengejar kebijakan seperti ini di pasar minyak dalam beberapa tahun terakhir.

Pertemuan Menhan Azerbaijan dengan para petinggi militer Iran.

Selain itu, Iran dan Republik Azerbaijan sama-sama tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Ekonomi (ECO) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang penting dalam memajukan kepentingan dan tujuan regional kedua negara.

Situasi di Asia Barat dan Kaukasus, akibat beberapa krisis, perselisihan, dan secara khusus intervensi asing, telah membuka jalan bagi kehadiran teroris. Rezim-rezim, yang tidak menginginkan stabilitas di kawasan, juga melakukan konspirasi demi mengejar kepentingan politik dan ekonominya.

Rezim Zionis dan AS termasuk pihak-pihak yang selalu berusaha untuk merusak kekompakan negara-negara Muslim dengan menyulut konflik dan menciptakan krisis. Oleh karena itu, kerja sama pertahanan dan keamanan antara Iran dan Azerbaijan untuk memerangi terorisme dan ketidakstabilan di perbatasan bersama dan kawasan adalah penting.

Presiden Iran dalam pertemuan dengan Menhan Republik Azerbaijan, menekankan bahwa kekuatan Iran di kawasan akan menghadirkan keamanan.

"Kehadiran teroris Takfiri dan Daesh tidak akan menguntungkan masyarakat di wilayah manapun. Kelompok-kelompok ini dibentuk oleh Amerika dan Zionis dan telah melakukan kejahatan di mana pun mereka berada," tegas Raisi.

Faktor-faktor perekat hubungan seperti, letak berdampingan, kesamaan agama dan sejarah, perbatasan laut (Laut Kaspia) dan darat yang sama (sekitar 750 km), serta kepentingan ekonomi dan keamanan kolektif, mengharuskan Iran dan Republik Azerbaijan untuk membangun kerja sama dan koordinasi yang erat.

Kerja sama yang erat ini ini akan menjamin kepentingan kedua negara dan juga membawa keamanan dan stabilitas di kawasan. (RM)