Feb 04, 2022 15:39 Asia/Jakarta
  • Menlu Jepang Hayashi Yoshimasa dan Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian
    Menlu Jepang Hayashi Yoshimasa dan Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran dan Jepang bertukar pandangan tentang hubungan bilateral dan isu-isu yang menjadi perhatian bersama di arena regional dan internasional pada Kamis (03/02/2022).

Dalam percakapan telepon ini, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian menyambut baik perkembangan kerja sama di berbagai bidang dengan Jepang.

Menteri Luar Negeri Jepang Hayashi Yoshimasa menyebut hubungan kedua negara itu bersejarah dan sangat penting.

Dia juga menekankan adanya kondisi yang menguntungkan untuk pengembangan lebih lanjut dan perluasan hubungan ekonomi antara Iran dan Jepang dengan menghilangkan hambatan yang ada dan mengundang Menteri Luar Negeri Iran untuk mengunjungi Tokyo.

Menlu Jepang Hayashi Yoshimasa dan Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian

Bersamaan dengan berlanjutnya negosiasi di Wina untuk mencabut sanksi terhadap Iran dan beberapa kemajuan diumumkan, tampaknya negara-negara seperti Jepang, yang memiliki pandangan positif tentang hasil pembicaraan, sekarang berusaha untuk menghidupkan kembali hubungan perdagangan mereka dengan Iran.

Baca juga: Abdollahian: Perundingan Langsung Iran-AS Tak Pernah Terjadi

Pasca penarikan ilegal Amerika Serikat dari perjanjian JCPOA dan pengenaan sanksi terhadap Iran, Jepang mengurangi hubungan ekonominya dengan Iran,  menghentikan ekspor minyak Iran ke negara itu, dan mengurangi ekspor non-minyak menjadi sekitar $38 juta.

Iran dan Jepang, dengan sejarah lebih dari 90 tahun hubungan politik dan ekonomi, selain energi, juga memiliki potensi yang luas untuk investasi dan peningkatan kerja sama di bidang-bidang seperti pertambangan, pariwisata, air, lingkungan dan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran dan Jepang bertukar pandangan tentang hubungan bilateral dan isu-isu yang menjadi perhatian bersama di arena regional dan internasional pada Kamis (03/02/2022).

"Sanksi menghambat kerja sama perdagangan perusahaan Jepang dengan Iran, dan kami berusaha untuk memperluas hubungan ekonomi setelah pencabutan sanksi," kata Takayuki Suzuki, Kepala Organisasi Perdagangan Luar Negeri Jepang (JETRO), baru-baru ini sembari mengungkapkan ketidakpuasan dengan penurunan hubungan perdagangan Iran-Jepang.

Jepang selalu berusaha untuk menjaga hubungan persahabatan dengan Iran. Pada puncak sanksi AS sebelumnya terhadap Iran, Jepang mencoba menengahi antara kedua negara, tetapi akhirnya gagal karena berlanjutnya kebijakan permusuhan dan tekanan maksimum AS.

Iran selalu menganggap Jepang sebagai negara yang bersahabat. Sayid Ebrahim Raisi, Presiden Republik Islam Iran telah mengatakan:

Baca juga: Ketegangan Meningkat, Jepang Evakuasi Staf Kedutaan dari Ukraina

“Bagi Iran, hubungan dengan Jepang dan pengembangan serta pendalaman hubungan bilateral adalah sangat penting. Jelas, dalam hubungan antara Iran dan Jepang, aspek ekonomi selalu menjadi hal yang sangat penting. Jepang, sebagai negara industri dan bertumpu pada ekspor, membutuhkan minyak dan pasar Iran yang besar. Iran selalu menganggap Jepang sebagai pasar utama untuk menjual minyak dan pemasok barang-barang industri dan teknologi.”

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi

Oleh karena itu, Jepang sekarang berharap akan ada perubahan pada pendekatan AS yang bermusuhan dan mencabut sanksi untuk menghidupkan kembali dan memperluas hubungan perdagangan sebelumnya dengan Iran.

Pernyataan Menteri Luar Negeri Jepang dalam pembicaraan dengan timpalannya dari Iran dan dukungan atas negosiasi pencabutan sanksi serta mencapai kesepakatan di Wina dapat dievaluasi dalam konteks ini.

Tags