Feb 12, 2022 19:07 Asia/Jakarta
  • Shalat Jumat di Kota Tehran berlangsung di Mushalla Imam Khomeini ra, (11/2/2022).
    Shalat Jumat di Kota Tehran berlangsung di Mushalla Imam Khomeini ra, (11/2/2022).

Shalat Jumat di kota Tehran pada 11 Februari 2022 berlangsung di Mushalla Besar Imam Khomeini ra. Jemaah Shalat Jumat pekan ini membludak hingga ke luar Mushalla tersebut.

Shalat Jumat diimami oleh Hujjatul Islam Mohammad Javad Haj Ali Akbari, yang juga sekaligus sebagai khatibnya.

Sebelum Khutbah Jumat dimulai, Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi menyampaikan pidato untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 Revolusi Islam.

Dia mengatakan, Iran masih menjunjung tinggi slogan "Tidak Timur, atau Barat" yang telah diperjuangkan sejak Kemenangan Revolusi Islam 1979.

Sayid Raisi mengucapkan selamat HUT Kemenangan Revolusi Islam ke-43, dan mengatakan, Revolusi Islam menyerukan kebebasan, moralitas, rasionalitas, keadilan, kemerdekaan, martabat nasional, persaudaraan, serta penolakan terhadap imperialisme dan penindasan.

"Revolusi Islam datang untuk menumbangkan rezim despotik yang mendukung kekuatan imperialis, dan  membangun Republik Islam berdasarkan nilai agama, kemerdekaan,  dan kebebasan," kata Raisi dalam pidatonya sebelum Khutbah Jumat di Mushalla Besar Imam Khomeini ra di Tehran, Jumat (11/2/2022).

Dia menyebut kemerdekaan, kebebasan, dan keadilan sebagai elemen pembentuk lain dari indentitas Revolusi Islam .

"Revolusi ini dari dalam berpijak pada tuntutan keadilan yang tidak pernah lepas dari Revolusi Islam, karena keadilan, antipenindasan dan antikorupsi dilembagakan dalam Revolusi Islam," ujarnya.

Sayid Raisi menyebut 22 Bahman sebagai sebuah harapan bagi bangsa Iran dan semua orang yang tertindas di seluruh dunia. Dia juga menyinggung upaya musuh Islam untuk menyerang Iran.

"Musuh menginginkan agar revolusi Islam dan pemerintahannya tidak didirikan, tetapi gagal, dan revolusi menyampaikan pesan kepada umat Islam dan negara-negara yang sadar di dunia bahwa hari ini, Iran Islam berada di puncak martabatnya," pungkasnya.

Tanggal 22 Bahman atau 11 Februari dikenal sebagai Yaumullah, yaitu hari kemenangan Revolusi Islam yang dipimpin oleh Imam Khomeini ra.

Pencetus Revolusi Islam, Imam Khomeini ra kembali ke Iran pada tanggal 12 Bahman 1357 HS (1 Februari 1979) setelah berada di pengasingan selama 15 tahun.

Setelah 10 hari kembalinya Imam Khomeini ra ke Iran, Revolusi Islam meraih kemenangan pada tanggal 22 Bahman 1357 HS atau 11 Februari 1979. (RA)

Hujjatul Islam Mohammad Javad Haj Ali Akbari
Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi

 

Tags