Feb 27, 2022 21:56 Asia/Jakarta

Masyarakat kota Mashhad menghadiri Tasyi' jenazah seorang Syahid Modafe-e Haram (Syuhada Pembela Makam-makam Ahlul Bait as) di Kompleks Haram Suci Imam Ridha as pada hari kesyahidan Imam Musa al-Kadhim as pada Minggu, 27 Februari 2022.

Tanggal 27 Februari 2022 bertepatan dengan tanggal 25 Rajab 1443 H. Imam Musa al-Kadhim as, Cicit Rasulullah Saw generasi kedelapan gugur syahid di dalam penjara Dinasti Abbasiah pada tanggal 25 Rajab 183 H.

Putra Imam Ja'far Shadiq as ini lahir pada tahun 128 H di Abwa', sebuah daerah di antara Mekah dan Madinah.

Ketika Imam Musa as berusia 20 tahun, ayah beliau gugur syahid dan sejak saat itu, beliau mengemban tampuk keimamahan dan kepemimpinan Umat Islam.

Selama 35 tahun periode keimamahannya, Imam Musa as menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan berat. Selama itu pula, periode perkembangan keilmuan dan peradaban Islam mencapai kegemilangannya.

Melalui para ilmuwan, ahli fiqih, dan ahli agama yang menjadi murid-murid Imam Musa as, keilmuan dan pemahaman Islam tersebar ke berbagai penjuru dunia.

Ketinggian kedudukan Imam Musa as di tengah kaum Muslimin, membuat Khalifah Harun al-Rasyid, dari Dinasti Abbasiah yang berkuasa pada zaman itu, merasa kedudukannya terancam.

Dia lalu menangkap dan memenjarakan Imam Musa as. Akhirnya, pada tahun 183 H, Imam Musa as diracun atas perintah Harun al-Rasyid dan gugur syahid.

Salah satu di antara hadis-hadis Imam Musa as adalah "Cara terbaik untuk mendekati Tuhan adalah dengan mengenal-Nya, kemudian mendirikan shalat, berbuat baik kepada orang tua, dan meninggalkan sikap hasud dan sombong." (RA)

Tags