Mar 17, 2022 17:41 Asia/Jakarta
  • Choga Zanbil, Iran.
    Choga Zanbil, Iran.

Puluhan warga pecinta cagar budaya, warisan budaya dan sejarah di Republik Islam Iran membersihkan lingkungan sekitar Choga Zanbil pada hari Sabtu, 12 Maret 2022.

Chogha Zanbil adalah situs bersejarah yang terletak di Provinsi Khuzestan, barat daya Republik Islam Iran. Setiap tahun, menjelang Tahun Baru Hijriah Syamsiah, warga pecinta cagar budaya dan masyarakat sekitar membersihkan daerah sekitar Choga Zanbil dari sampah dan lain-lain.

Choga Zanbil diperkirakan berusia sekitar 3.000 tahun dan dibangun oleh Kaisar Elamite. Peradaban Elam adalah salah satu budaya paling awal yang berkembang di sepanjang sungai Khuzestan.

Chogha Zanbil bermakna bukit (gundukan) keranjang. Konon candi (kuil) piramida yang megah ini dibuat untuk dewa banteng Inshushinak, yang dianggap sebagai pelindung Susa. Di bangun 1250 SM, namun belum selesai setelah diserang oleh Ashurbanipal. Hal ini terlihat adanya ribuan batu bata yang tidak terpakai dan tersisa di lokasi.

Banyak artefak kuno yang menarik ditemukan di Chogha Zanbil. Di antaranya adalah beberapa patung banteng dari Inshushinak. Ahli arkeologi juga menemukan koleksi segel silinder Elamit Pertengahan (1400-1100 SM).

Salah satu bangunan berisi lima kuburan bawah tanah berkubah. Empat dari kuburan itu berisi sisa-sisa kremasi dan di dalam satu makam ada satu tubuh yang tidak dikremasi.   

Pada tahun 1979, Chogha Zanbil menjadi situs Iran pertama yang tercatat dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO. Situs arkeologi Chogha Zanbil adalah ekspresi luar biasa dari budaya, keyakinan dan tradisi ritual dari salah satu masyarakat adat tertua di Iran.

Setiap tahun banyak wisawatan mancanegara datang ke tempat ini untuk mengenal lebih dekat tentang silsilah peradaban Elam. (RA)

 

Tags