Mar 25, 2022 23:27 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Hossein Amir Abdollahian (kanan).
    Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Hossein Amir Abdollahian (kanan).

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Hossein Amir Abdollahian mengatakan, Tehran siap untuk melakukan pembicaraan putaran kelima dengan Riyadh.

"Hubungan dengan Arab Saudi tidak baik, tetapi Iran tidak bertanggung jawab atas hal ini, dan kami telah mengumumkan kesiapan kami untuk dialog putaran kelima dengan Riyadh," kata Menteri Amir Abdullahian dalam wawancara dengan al-Mayadin, Jumat (25/3/2022).

Dia menambahkan, hubungan antara Iran dan Arab Saudi menghadapi masalah dan tantangan, dan kami bekerja keras untuk menjaga agar pintu dialog antara kedua negara tetap terbuka.

Amir Abdollahian menuturkan, Arab Saudi yang memutuskan hubungannya dengan Iran, dan kami memiliki hubungan persahabatan dengan banyak negara Arab termasuk Kuwait dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Arab Saudi adalah negara pertama yang memutuskan hubungan dengan Iran. Iya, kami memiliki pertimbangan mengenai kebijakan Arab Saudi, tetapi kami tidak memutuskan hubungan dengan negara ini,"  ujarnya.

Menurut Menlu Iran, sejumlah perilaku yang kontradiktif dan tidak pantas dari Arab Saudi, termasuk eksekusi mati terhadap 81 orang dalam sehari, mempengaruhi hubungan dengan negara ini.

Arab Saudi, lanjut Amir Abdollahian, tidak menginginkan hubungan yang baik dengan Iran, dan kami tidak akan melupakan kesyahidan 460 jemaah haji Iran dalam tragedi di Mina.

Menlu Iran juga ditanya mengenai posisi negaranya dalam krisis Yaman. Dia menjelaskan, pembelaan rakyat Yaman atas kedaulatan negara mereka sendiri adalah terserah mereka, namun Iran menyambut baik penghentian perang dan pencabutan blokade terhadap Yaman, dan kami tidak akan mengabaikan untuk upaya ini.

"Penilaian dan evaluasi bahwa segala sesuatu yang terjadi di Yaman terkait dengan Iran adalah tidak benar. Kami telah memberi tahu Arab Saudi bahwa masalah Yaman terkait dengan rakyat negara ini, dan keputusan ada di tangan mereka," tegasnya.

Amir Abdollahian lebih lanjut ditanya mengenai hubungan Iran dengan Mesir. Dia mengatakan, kebijakan Iran adalah untuk memperkuat hubungan dengan Mesir dengan cara yang solid dan seimbang.

Menurutnya, ada kesamaan poin dengan Mesir di mana hubungan dapat dibangun. Mesir memiliki posisi di dunia Arab yang membuat negara ini memenuhi syarat untuk memainkan peran berpengaruh di sekitarnya.

Menlu Iran juga menyinggung situasi dan posisi rapuh rezim Zionis Israel, dan mengatakan, rezim Zionis sekarang dalam situasi yang sangat lemah dan menderita banyak masalah.

"Operasi (perang) 'Saif al-Quds' (Pedang Quds) adalah perkembangan besar yang membuktikan kelemahan dan kerapuhan masyarakat Israel," tuturnya.

Menlu Iran juga ditanya mengenai pertemuan trilateral antara pejabat Mesir, UEA dan Zionis yang diadakan baru-baru ini di Sharm el-Sheikh.

"Kami menganggap setiap pertemuan dengan pejabat Israel adalah pengkhianatan terhadap al-Quds dan rakyat Palestina," pungkasnya. (RA)

Tags