Apr 02, 2022 10:43 Asia/Jakarta

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi membahas isu-isu bilateral, regional dan internasional di sela-sela pertemuan ketiga menteri luar negeri negara-negara tetangga Afghanistan.

Mengingat penggunaan sanksi ilegal oleh negara-negara Barat terhadap negara-negara merdeka, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan bahwa melawan masalah ini penting untuk membantu kestabilan dan mencegah terjadinya krisis.

Amir-Abdollahian dan Wang Yi juga menekankan perlunya melawan sanksi sepihak dan ilegal.

Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian dan Menlu Cina Wang Yi

Penekanan menteri luar negeri Iran dan Cina akan perlunya menghadapi sanksi sepihak dan ilegal, yang juga dianggap tidak sah, masuk akal mengingat pendekatan Barat yang dipimpin AS.

Sanksi sepihak pada dasarnya dilihat sebagai alat yang selalu digunakan blok Barat sebagai senjata melawan negara lain. Kasus terbaru adalah pengenaan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rusia dengan dalih perang Ukraina.

Sanksi ini tidak hanya menargetkan negara Rusia tetapi juga ekonomi global dan pasokan makanan masyarakat di banyak bagian dunia, terutama di Asia Barat dan Afrika. Amerika Serikat memimpin sanksi terhadap Rusia.

Sebenarnya, Amerika Serikat adalah negara pemberi sanksi terbesar di dunia dan memiliki sejarah terlama dalam menerapkan segala macam sanksi kepada negara lain sesuai dengan tujuan kebijakan luar negerinya.

Sekutu Washington di Eropa, terutama Inggris, ikut serta dalam menjatuhkan sanksi. Sanksi ini dilakukan dengan dalih menentang kebijakan dan tindakan AS dan Barat atau dengan mengklaim bahwa mereka diancam oleh negara yang dijatuhkan sanksi.

Washington, bahkan pada saat krisis seperti ini, ketika epidemi virus Corona telah membuat banyak negara kritis secara ekonomi dan kesehatan, terus menjatuhkan sanksi yang lebih keras kepada para pesaingnya, seperti Rusia, dalam mengejar tujuannya.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi membahas isu-isu bilateral, regional dan internasional di sela-sela pertemuan ketiga menteri luar negeri negara-negara tetangga Afghanistan. 

Pemerintahan Biden, seperti pemerintahan Trump, telah melanjutkan pendekatan sanksinya terhadap negara-negara saingan atau anti-Washington. Selain menjatuhkan sanksi paling berat terhadap Iran dalam sejarah sebagai bagian dari kampanye tekanan maksimum, Amerika Serikat telah memberlakukan berbagai sanksi sepihak terhadap negara-negara seperti Rusia, Cina, Venezuela, Kuba, Suriah, dan Korea Utara.

Meskipun sanksi AS dikenakan pada negara lain, terutama saingan atau musuh, dengan berbagai dalih politik, perdagangan, keamanan, dan bahkan hak asasi manusia, terlepas dari alasan yang jelas, alasan utama untuk melanjutkan pendekatan ini adalah untuk mengejar kepentingan Washington.

"Seluruh dunia bosan dengan sanksi AS. Terutama negara-negara di mana Washington sudah tidak lagi memiliki kendali atas mereka dan tidak puas dengan para pemimpinnya," kata Alexander Novak, Wakil Perdana Menteri Rusia.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah berulang kali mengkritik AS karena menjatuhkan sanksi sepihak, terutama selama periode epidemi virus Corona dan COVID-19, dan telah menyerukan agar sanksi tersebut dicabut atau dikurangi untuk memfasilitasi negara-negara mengakses kebutuhan pokok, barang-barang medis dan obat-obatan.

Menurut Elena Dohan, Pelapor Khusus PBB terkait dampak negatif tindakan sepihak, sanksi sepihak melemahkan otoritas PBB, ketakutan akan kerja sama internasional dan supremasi hukum.

Menurut Elena Dohan, Pelapor Khusus PBB terkait dampak negatif tindakan sepihak

Mengingat dampak destruktif dari sanksi AS-Barat sepihak, tampaknya perlu bagi negara-negara yang terkena sanksi untuk mengambil pendekatan bersama, termasuk membentuk koalisi internasional melawan sanksi, sehingga Barat harus mempertimbangkan kembali dalam menghadapi tekanan global yang terintegrasi.

Satu sikap yang ditunjukkan menteri luar negeri Iran dan Cina terhadap pengenaan sanksi sepihak oleh Barat telah diambil ke arah yang sama.(sl)

Tags