Apr 05, 2022 16:13 Asia/Jakarta
  • ladang opium di Afghanistan
    ladang opium di Afghanistan

Asisten Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, menanggapi keputusan Taliban melarang penanaman opium di Afghanistan.

Sayid Rasoul Mousavi, Senin (4/4/2022) di akun Twitternya menulis, "Realisasi pelarangan penanaman opium di Afghanistan, akan membawa dampak ekonomi, politik, dan sosial yang dalam di negara itu, dan di pasar gelap dunia."

Ia menambahkan, "Selama 32 tahun terakhir, hanya sekali pemimpin Taliban melarang penanaman opium, dan hal itu menyebabkan produksi candu menurun minimal hingga 300 ton."

Pemimpin Taliban hari Minggu lalu mengeluarkan perintah pelarangan penanaman berbagai jenis produk yang digunakan untuk memproduksi narkotika di Afghanistan.

Berdasarkan perintah Pemimpin Taliban, penggunaan, penyaluran, pembelian, penjualan, impor dan ekspor serta aktivitas pabrik-pabrik narkotika termasuk opium dilarang di seluruh Afghanistan.

Selama 20 tahun pendudukan Afghanistan oleh pasukan asing, produksi dan penanaman bahan narkotika di negara itu mengalami peningkatan yang signifikan, sehingga menjadikan Afghanistan sebagai negara terbesar produsen narkotika, karena 90 persen opium dunia diproduksi di negara ini.

Sekjen Badan Anti-Narkotika Iran, Eskandar Momeni, Senin malam mengatakan, Iran menyambut segala bentuk pengurangan produksi dan penanaman narkotika di Afghanistan, dan melakukan negosiasi dengan lembaga internasional untuk mencari mata pencaharian pengganti bagi warga Afghanistan yang semula menanam opium. (HS)

Tags