Apr 09, 2022 13:11 Asia/Jakarta
  • Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei
    Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei

Perkembangan di Iran selama sepekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya, Rahbar menyebut Seni Suci Tilawah, Seruan Ilahi untuk Tingkatkan Keimanan.

Selain itu, masih ada isu lainnya seperti, Jubir Kemenlu Iran: Kami Sambut Peluang Pencabutan Blokade Yaman, Iran Siap Produksi Produk Pertanian Gantikan Opium di Afghanistan, TUMS Siap Terima Mahasiswa dari Indonesia, China dan Eurasia dan Penekanan Iran atas Solusi Politik di Krisis Ukraina

.Rahbar: Seni Suci Tilawah, Seruan Ilahi untuk Tingkatkan Keimanan

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menyebut Ramadhan sebagai bulan hidangan rahmat ilahi yang tak terbatas, dan kecintaan terhadap Al-Qur'an sebagai faktor penting bagi manusia untuk menikmati karunia ilahi.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei

Ayatullah Khamenei dalam acara tadarus Al-Quran di hari pertama Ramadhan hari Minggu (3/4/2022) menyinggung kesiapan manusia untuk memenuhi panggilan ilahi dalam menikmati sajian ruhani di bulan suci ini, dengan mengatakan, "Karunia [Ramadhan] ini sejatinya adalah peluang yang tak tergantikan untuk dekat dengan Tuhan, sehingga kita semakin khusuk dan khudhu kepada-Nya, dan memanfaatkan kesempatan berharga ini untuk menghindari dosa,".

Rahbar dalam pidatonya mengutip ayat-ayat Al-Quran, dan memandang dzikir asma Allah akan menjauhkan manusia dari kelalaian yang merupakan bencana besar. 

"Membaca terus-menerus dan menjalin keakraban dengan Al-Quran akan mendorong hubungan yang lebih erat dengan Allah swt," ujar Ayatullah Khamenei.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyebut Al-Quran sebagai mukjizat abadi Nabi Muhammad Saw. dan menambahkan, "Di semua fase sejarah manusia, Al-Qur'an memberikan pengetahuan yang dibutuhkan oleh manusia di arena yang luas dan besar dari kehidupan individu, keluarga, sosial, spiritual, pemerintahan dan berbagai dimensi lainnya,".

Ayatullah Khamenei memandang pengajaran, perenungan dan pemahaman yang mendalam, sebagai rahasia  mengambil manfaat dari pengetahuan Al-Qur'an yang dalam, esoterik dan tinggi. 

"Syarat untuk mencapai pengetahuan ini adalah penyucian hati, dan pembersihan jiwa, yang jauh lebih mudah dilakukan di masa muda," papar Rahbar.

Jubir Kemenlu Iran: Kami Sambut Peluang Pencabutan Blokade Yaman

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyambut gencatan senjata di Yaman, dan mengatakan bahwa Iran berusaha menyampaikan suara rakyat Yaman ke masyarakat dunia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saaed Khatibzadeh

Saaed Khatibzadeh, Senin (4/4/2022) dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Masirah mengatakan, "Iran berusaha menyampaikan suara rakyat Yaman, kepada seluruh dunia melalui PBB, dan mitra-mitranya di kawasan."

Ia menambahkan, "Kami menyambut gencatan senjata di Yaman, dan menyambut terbukanya kesempatan untuk mencabut total blokade serta terwujudnya penyelesaian politik."

Sehubungan dengan pelanggaran gencatan senjata Yaman, oleh Arab Saudi, Khatibzadeh mengatakan, "Saya harus mengumpulkan secara lengkap laporan-laporan terkait hal ini. Saya melihat secara terpisah di berbagai media, dan Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman belum mengeluarkan pernyataan resmi atau mungkin saya belum melihatnya. Apa yang terpenting adalah sambutan Iran atas gencatan senjata di Yaman."

"Selama berbulan-bulan kami mendorong Saudi untuk menghentikan pemboman dan blokade di Yaman. Sekarang proses ini harus berujung dengan pencabutan blokade dan terbukanya akses kemanusiaan, serta dimulainya dialog Yaman-Yaman," pungkasnya.

Iran Siap Produksi Produk Pertanian Gantikan Opium di Afghanistan

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Kabul, Afghanistan mengumumkan kesiapan negara itu untuk memproduksi dan menanam produk-produk pertanian sebagai pengganti opium di Afghanistan.

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Kabul, Afghanistan

Kedubes Iran di Kabul, Selasa (5/4/2022) menyambut keputusan Taliban, melarang penanaman dan jual beli opium di Afghanistan, dan mengumumkan kesiapan Republik Islam Iran untuk memproduksi produk-produk pertanian di negara itu.

Sebelumnya Pemimpin Taliban hari Minggu lalu mengeluarkan perintah pelarangan penanaman berbagai jenis produk yang digunakan untuk memproduksi narkotika di Afghanistan.

Berdasarkan perintah Pemimpin Taliban, penggunaan, penyaluran, pembelian, penjualan, impor dan ekspor serta aktivitas pabrik-pabrik narkotika termasuk opium dilarang di seluruh Afghanistan.

Asisten Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, menanggapi keputusan Taliban melarang penanaman opium di Afghanistan.

Sayid Rasoul Mousavi, Senin (4/4/2022) di akun Twitternya menulis, "Realisasi pelarangan penanaman opium di Afghanistan, akan membawa dampak ekonomi, politik, dan sosial yang dalam di negara itu, dan di pasar gelap dunia."

Sekjen Badan Anti-Narkotika Iran, Eskandar Momeni, Senin malam mengatakan, Iran menyambut segala bentuk pengurangan produksi dan penanaman narkotika di Afghanistan, dan melakukan negosiasi dengan lembaga internasional untuk mencari mata pencaharian pengganti bagi warga Afghanistan yang semula menanam opium.

TUMS Siap Terima Mahasiswa dari Indonesia, China dan Eurasia

Kepala Urusan Internasional Universitas Ilmu Kedokteran Universitas Tehran (TUMS) mengumumkan rencana untuk menerima mahasiswa asing, terutama dari Eurasia, China, dan Indonesia.

Mohammad Hossein Ayati, Kepala Urusan Internasional TUMS hari Senin (4/4/2022) menjelaskan program internasional fakultas kedokteran terkemuka di Iran ini dengan mengatakan, "Perluasan interaksi dengan pusat ilmiah dan akademik internasional bertujuan untuk memperluas kegiatan universitas guna meningkatkan kerja sama ilmiah dengan berbagai negara di tahun 1401 Hs"

"Selain menambah jumlah mahasiswa asing, sejumlah negara-negara baru khususnya kawasan Eurasia dan negara-negara seperti China dan Indonesia masuk dalam agenda," ujar Ayati.

Pusat akademis Iran dalam beberapa bulan terakhir memiliki program ekstensif untuk menarik mahasiswa dari luar negeri.

Berbagai fakultas Universitas Tehran, dan universitas negeri lainnya bekerja sama dengan Kementerian Ilmu Pengetahuan, Riset dan Teknologi Iran meningkatkan langkahnya untuk menerima mahasiswa asing.

Penekanan Iran atas Solusi Politik di Krisis Ukraina

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Hossein Amir-Abdollahian terkait krisis Ukraina mengatakan, Iran meminta fokus pada solusi politik di Ukraina.

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Hossein Amir-Abdollahian

Hossein Amir-Abdollahian Rabu (7/4/2022) di kontak telepon dengan sejawatnya dari Hongaria membicarakan hubungan bilateral, perundingan Wina dan krisis Ukraina.

Menlu Iran terkait krisis Ukraina menjelaskan, "Kami menolak perang dan sanksi."

Presiden Rusia, Vladimir Putin pada 21 Februari 2022 seraya mengkritik ketidakpedulian Barat atas kekhawatiran keamanan Moskow mengakui secara resmi kemerdekaan Republik Donetsk dan Luhansk di kawasan Donbass. Putin pada 24 Feberuari 2022 menginstruksikan operasi militer khusus ke Ukriana dan dengan demikian hubungan tegang Moskow dan Kiev berujung pada konfrontasi militer.

Sejak awal krisis Ukraina, Republik Islam Iran telah mengumumkan sikapnya terkait urgensi solusi damai friksi berdasarkan hukum internasional, dan meminta semua pihak untuk menghormati piagam PBB dan hukum internasional. Iran juga menegaskan urgensi menjaga penuh kedaulatan wilayah seluruh negara dan jaminan keamanan serta keamanan semua warga sipil dan infrastruktur sipil.

Dengan demikian, menlu Iran pada 14 Maret lalu di kontak telepon dengan Menlu Ukraina Dmytro Kuleba, seraya menjelaskan sikap Tehran menentang perang dan menekankan pentingnya memperhatikan solusi politik, mengungkapkan dukungan Iran terhadap setiap upaya politik guna menyelesaikan krisis Ukraina.(sl)

Tags