May 01, 2022 14:39 Asia/Jakarta
  • Ketua Parlemen Republik Islam Iran Mohammad Bagher Ghalibaf
    Ketua Parlemen Republik Islam Iran Mohammad Bagher Ghalibaf

Ketua Parlemen Republik Islam Iran menyebut pembentukan pemerintah inklusif sebagai prasyarat untuk memastikan keamanan berkelanjutan di Afghanistan.

Afghanistan telah menyaksikan ledakan dan serangan teroris dalam beberapa hari terakhir di berbagai bagian negara itu, termasuk masjid Kabul, Mazar-i-Sharif dan Kunduz, yang menewaskan dan melukai ratusan orang. Sebagian besar ledakan ini dilakukan oleh kelompok teroris ISIS.

Sumber-sumber pemberitaan melaporkan pada hari Jumat (29/04/2022) bahwa ratusan orang gugur syahid dan terluka dalam ledakan bom di sebuah masjid Syiah di Kabul, ibu kota Afghanistan.

Ketua Parlemen Republik Islam Iran Mohammad Bagher Ghalibaf

Padahal, kelompok Taliban yang berkuasa di Afghanistan sejak 15 Agustus 2021, telah berjanji untuk menciptakan keamanan di seluruh negeri.

Menurut laporan Iran Press, Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran hari Ahad dalam pidatonya sebelum sidang terbuka parlemen mengatakan, "Hari-hari ini Amerika Serikat memanfaatkan Daesh (ISIS) untuk membuat ketidakamanan di Afghanista demi menciptakan fitnah etnis-agama di negara ini dan menjerumuskan orang-orang tertindas dari negara ini ke dalam krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya lalu menuntut tebusan dari pemerintah yang berbasis di Kabul."

"Republik Islam Iran menilai jaminan keamanan sebagai tugas Kabul, yang tentu saja belum dapat memenuhi tugasnya selama ini," ungkap Ghalibaf.

Ketua Parlemen Iran mengatakan, "Dalam hal ini, pembentukan pemerintahan inklusif yang mewakili semua suku Afghanistan adalah salah satu persyaratan pertama untuk sukses dalam memastikan keamanan yang berkelanjutan."

Sebelumnya, Ghalibaf menyampaikan selamat kepada seluruh umat Islam dunia, khususnya umat Islam Iran yang terhormat dan beriman, menjelang tibanya Idul Fitri.(sl)

Tags