May 14, 2022 15:49 Asia/Jakarta
  • Rahbar dan Emir Qatar
    Rahbar dan Emir Qatar

Perkembangan di Iran selama sepekan lalu diwarnai sejumlah isu penting seperti pertemuan Rahbar dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Selain itu, masih ada isu lainnya seperti Presiden Iran: Intervensi Asing Rugikan Keamanan Kawasan, Fadavi: AL IRGC Timbulkan Kehinaan Paling Besar bagi AS, Kamalvandi: Kerja Sama Iran dan IAEA Berlanjut, Rahbar: Pendidikan Generasi Muda Iran, Bangun Peradaban Baru Islam, Kecam Pembunuhan Al Akleh, Iran: Rezim Zionis Harus Tanggung Jawab, Rahbar: Buruh Iran Berdiri di Garda Depan Melawan Musuh, Rahbar: Suriah Berhasil Menangkan Sebuah Perang Internasional

Rahbar Ajak Dunia Islam dan Arab Hadapi Kejahatan Rezim Zionis

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyebut penindasan selama puluhan tahun oleh rezim Zionis terhadap rakyat Palestina sebagai kenyataan pahit dan pukulan bagi dunia Islam maupun Arab, dan mengatakan, Republik Islam Iran mengharapkan dunia Islam dan Arab bertindak untuk melawan rezim Zionis.

Pusat Informasi Kantor Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran melaporkan, Ayatullah Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pertemuan dengan Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Qatar dan delegasi yang menyertainya hari Kamis (12/5/2022) mengatakan, "Sikap negara-negara Arab terhadap kejahatan rezim Zionis, jika karena ketakutan atau keserakahan, mereka harus tahu bahwa hari ini rezim Zionis tidak dalam kondisi yang membuat mereka ditakuti atau diharapkan,".

Pertemuan Rahbar dengan Emir Qatar

"Zionis membuat kerusakan di mana pun mereka menginjakkan kakinya dan mereka tidak dapat memberikan kekuasaan atau hak istimewa kepada negara lain, sehingga negara-negara kawasan harus memperkuat hubungan mereka sebanyak mungkin melalui konsensus dan kerja sama," ujar Ayatullah Khamenei.

Rahbar dalam pertemuan ini menyinggung masalah Suriah dan Yaman dengan menjelaskan,"Masalah Suriah dan Yaman juga dapat diselesaikan melalui dialog. Tentu saja, dialog tidak boleh dari posisi lemah, sementara pihak lain, terutama Amerika Serikat dan lainnya, mengandalkan kekuatan militer dan keuangannya,".

Dia juga menekankan perlunya meningkatkan kerja sama politik dan ekonomi antara Iran dan Qatar demi kepentingan kedua negara, dengan menambahkan, "Tingkat hubungan ekonomi kedua negara saat ini sangat rendah dan harus dtingkatkan dengan program terpadu,".

Sementara itu, Emir Qatar dalam pertemuan dengan Rahbar mengungkapkan kepuasannya berkunjungan kedua ke Iran, dan menyinggung isu dunia Islam, terutama Palestina, dengan menjelaskan, "Kejahatan rezim Zionis di Palestina sangat mengerikan, dan setiap orang harus melawannya."

Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani juga membahas solusi dari masalah negara-negara di kawasan, termasuk Suriah, Irak dan Yaman, dan menekankan urgensi hubungan ekonomi antara Iran dan Qatar dengan mengatakan, komite ekonomi antara kedua negara telah diaktifkan dankerja sama akan ditingkatkan secara signifikan pada tahun depan.

Presiden Iran: Intervensi Asing Rugikan Keamanan Kawasan

Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi dalam pernyataan terbaru menyinggung isu-isu regional dan masalah keamanan di kawasan. Dia mengatakan, setiap campur tangan asing merugikan keamanan kawasan.

"Intervensi negara-negara asing dan Barat di kawasan tidak memberikan keamanan," kata Sayid Raisi dalam konferesi pers dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di Tehran pada hari Kamis (12/3/2022) seperti dikutip IRNA.

Dia menyatakan bahwa Iran dan Qatar memiliki pandangan yang sama dalam menyelesaikan masalah regional.

"Blokade atas Yaman harus dihentikan sesegera mungkin dan rakyat negara ini harus mengambil keputusan sendiri untuk negara mereka," tegasnya.

Presiden Raisi dan Emira Qatar

Presiden Iran menuturkan, rakyat Afghanistan juga harus memiliki pemerintahan inklusif dalam kaitannya dengan negara mereka sendiri, yang dapat mencakup semua kelompok politik dan semua etnis, dan menciptakan keamanan permanen di negara ini.

Sayid Raisi juga menyinggung kejahatan rezim Zionis Israel di Palestina dan mengatakan, blokade terhadap penduduk Jalur Gaza harus dihentikan dan kejahatan mengerikan yang dilakukan oleh rezim Zionis harus diakhiri.

Presiden Iran lebhi lanjut menyatakan belasungkawa atas gugurnya Shireen Abu Akleh, seorang jurnalis Al Jazeera yang ditembak mati oleh tentara Zionis pada Rabu pagi, 11 Mei 2022.

"Kejahatan semacam itu sama sekali tidak akan bisa menciptakan keamanan bagi rezim Zionis, tetapi kejahatan seperti itu akan meningkatkan kebencian publik terhadap rezim Zionis lebih dari sebelumnya," tuturnya. .

Sementara itu, Emir Qatar mengatakan bahwa penyelesaian konflik di kawasan adalah satu-satunya cara untuk melakukan dialog yang konstruktif.

Menurut Sheikh Tamim, dirinya telah berbicara dengan Sayid Raisi tentang masalah Palestina, Suriah, Irak dan Yaman.

"Hubungan antara Qatar dan Iran kuat dan didasarkan pada rasa bertetangga, dan kunjungan Presiden Iran baru-baru ini ke Doha merupakan langkah menuju penguatan lebih lanjut hubungan antara kedua negara," tuturnya.

Qatar merupakan salah satu negara yang menjadi prioritas dalam kebijakan luar negeri Iran, dan dari tinjauan sejarah hubungan mereka menunjukkan bahwa hubungan kedua negara selalu erat dan terus berkembang.

Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani bersama dengan delegasi tingkat tinggi politik dan ekonomi tiba di Tehran pada hari ini, Kamis (12/5/2022) dan disambut oleh Wakil Presiden Republik Islam Mohammad Mokhber.

Emir Qatar mengunjungi Tehran atas undangan resmi dari Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi.

Presiden Republik Islam Iran telah melakukan perjalanan ke Doha pada Februari 2022 atas undangan resmi Emir Qatar dan menghadiri KTT Negara-negara Pengekspor Gas. 14 dokumen kerja sama antara Iran dan Qatar ditandatangani oleh pejabat kedua negara.

Fadavi: AL IRGC Timbulkan Kehinaan Paling Besar bagi AS

Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigadir Jenderal Ali Fadavi mengatakan, Angkatan Laut (AL) IRGC telah menimbulkan kehinaan paling besar terhadap Amerika Serikat (AS).

Dalam beberapa tahun terakhir, AL IRGC dan Militer Republik Islam Iran telah berhasil dan efektif mengamankan perairan Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Sebagai hasil dari keberhasilan kehadiran AL IRGC di parairan tersebut, Angkatan Laut AS terpaksa meninggalkan perairan Teluk Persia.

"Sejak hari pertama pembentukan Republik Islam Iran, musuh mulai melancarkan perang dan permusuhan dalam berbagai bentuk terhadap rakyat Republik Islam Iran," kata Ali Fadavi dalam pidato upacara penghormatan kepada para dosen Universitas Ilmu Kedokteran Baqiyatallah seperti dikutip IRNA, Kamis (12/5/2022).

Dia menambahkan, berdasarkan undang-undang navigasi internasional, kapal-kapal dapat melakukan perjalanan hingga 12 mil di lepas pantai negara mana pun, dan mengingat hal ini dan fakta bahwa AL AS adalah manifestasi tertinggi dari kekuatan militer mereka, namun mereka mendapat kehinaan paling besar dari AL IRGC.

"Ketika kita dapat mencapai hasil yang sangat baik dalam perang Tahmili (perang yang dipaksakan rezim Baath Irak terhadap Iran selama delapan tahun), maka kita harus mencapai hasil yang jauh lebih baik di bidang sains, dan kita memiliki kemampuan itu," pungkasnya.

Kamalvandi: Kerja Sama Iran dan IAEA Berlanjut

Juru Bicara Badan Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi mengumumkan kelanjutan kerja sama antara Republik Islam Iran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Behrouz Kamalvandi

Behrouz Kamalvandi, Juru Bicara Badan Energi Atom Iran dalam wawancara dengan Mehrnews hari Rabu (11/5/2022), menanggapi tuduhan yang dibuat di media mengutip statemen Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional yang mengklaim uranium telah ditemukan di lokasi yang dirahasiakan dan Iran tidak bertanggung jawab atas masalah ini.  Kamalvandi mengatakan, "Verifikasi pernyataan aneh dan tak terduga dari Rafael Grossi sedang dikaji delegasi Iran di Badan Energi Atom Internasional,"

"Apa yang tampaknya terjadi adalah publikasi pernyataan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional telah terdistorsi, seperti yang terjadi pada waktu-waktu tertentu sebelumnya," ujar jubir Badan Energi Atom Iran.

"Sejalan dengan pernyataan bersama yang baru-baru ini ditandatangani antara Badan Energi Atom Internasional dan Republik Islam Iran, kerja sama dalam masalah terkait sedang diupayakan dan belum bisa dievaluasi oleh IAEA saat ini," tegasnya.

Selama beberapa hari terakhir, beberapa media Barat mengutip statemen Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi yang mengatakan bahwa adanya program nuklir rahasia di Iran, dan Iran sedang dimintai pertanggungjawaban atas dugaan deteksi uranium di fasilitas nuklir yang tidak diumumkan.

Rahbar: Pendidikan Generasi Muda Iran, Bangun Peradaban Baru Islam

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, menilai para guru dan pengajar sebagai pendidik generasi pembangun peradaban.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Rabu (11/5/2022) dalam pertemuan dengan ratusan guru dan pegawai serta pegiat pendidikan Iran, menyebut generasi remaja, dan pemuda harus memiliki identitas nasional dan keislaman, percaya diri, resistan, memahami pemikiran Imam Khomeini dan cita-citanya, ilmuwan dan terampil.

Rahbar juga menyinggung tujuan jangka panjang membangun peradaban Islam yang baru dan maju, dan menuturkan, sumber daya manusia adalah infrastruktur setiap peradaban, dan para pembangun peradaban baru Islam, adalah generasi yang sekarang berada di bawah bimbingan para guru, oleh karena itu urgensitas serta nilai pekerjaan seorang guru harus dipahami dari sudut pandang ini.

Ayatullah Khamenei menjelaskan, "Generasi ini dengan tujuan yang sangat  besar harus memiliki identitas Iran dan Islam, keyakinan yang kuat dan dalam, memiliki rasa percaya diri, handal, waspada terhadap peradaban-peradaban yang sudah tenggelam di Barat maupun Timur, ilmuwan dan terampil, sehingga bisa membangun peradaban agung tersebut."

Pada saat yang sama, Rahbar menyoroti pendidikan bibit-bibit unggul di dunia pendidikan Iran, di era setelah kemenangan Revolusi Islam Iran.

"Berkat kerja keras para guru di empat dekade terakhir, bibit-bibit unggul tumbuh di berbagai arena, akan tetapi itu belum cukup, dan untuk sebuah peradaban yang maju, pendidikan semacam ini harus menyeluruh," imbuhnya.

Ayatullah Khamenei menganggap pemahaman atas nilai perlawanan dan perjuangan sebagai kebutuhan para pelajar Iran.

Ia menegaskan, "Di sebuah dunia yang di dalamnya setiap orang ingin memaksakan kehendaknya, baik di Timur maupun Barat, generasi masa depan harus mempelajari nilai-nilai dan urgensi perlawanan sejak dini, sehingga berkat ajaran-ajaran tersebut ia menjadi figur pembangun peradaban, dan membangun bangsa dan negara menjadi bermartabat."

Kecam Pembunuhan Al Akleh, Iran: Rezim Zionis Harus Tanggung Jawab

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras penembakan mati Shereen Abu Al Akleh, wartawan stasiun televisi Al Jazeera oleh tentara Rezim Zionis, dan menegaskan bahwa Israel harus bertanggung jawab.

Saeed Khatibzadeh, Rabu (11/5/2022) menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Shereen Abu Al Akleh kepada keluarga, TV Al Jazeera, dan para jurnalis pro-Palestina, dan Al Quds di seluruh dunia.

Jubir Kemenlu Iran menuturkan, kejahatan ini membuktikan bahwa Rezim Zionis tidak pernah menganggap penting peran dan posisi media, dan wartawan yang memberikan penyadaran kepada publik.

Ia menambahkan, hal ini bertolak belakang dengan klaim bohong mesin propaganda Zionisme, dan media afiliasinya terkait penyebaran realitas dan pemberitaan yang benar, sehingga sampai membunuh para wartawan.

Khatibzadeh juga menuntut organisasi internasional, lembaga hak asasi manusia, dan lembaga pers internasional untuk melakukan penyelidikan independen terkait pembunuhan Shereen Abu Al Akleh, dan menuntut Israel untuk bertanggung jawab.

"Penyelidikan yang dilakukan Rezim Zionis Israel terkait kejahatan ini hanya akan menjadi upaya justifikasi, dan sama sekali tidak akan kredibel," pungkasnya.

Rahbar: Buruh Iran Berdiri di Garda Depan Melawan Musuh

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menyebut buruh sebagai pilar utama proses produksi, dan mereka berada di garda depan dalam menghadapi musuh.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Senin (9/5/2022) dalam pertemuan dengan para pekerja Iran, mengatakan tujuan pertemuan ini adalah bentuk apresiasi dan terimakasih kepada para buruh, dan penekanan atas kemuliaan kerja.

Pertemuan Rahbar dengan buruh Iran

Rahbar juga menyinggung pandangan Islam terhadap buruh dan masalah kerja. Menurutnya, berbeda dengan sistem kapitalis yang memandang buruh sebagai pihak yang dijajah, dan sistem komunis yang sudah runtuh, yang memandang buruh sebatas slogan, pandangan Islam terhadap buruh adalah pandangan yang menghormati dan menghargai, oleh karena itu Nabi Muhammad Saw mencium tangan para buruh.

Ayatullah Khamenei juga menggarisbawahi motivasi nasional dan cemerlang para buruh di arena militer, ekonomi dan politik.

Ia menjelaskan, "Bukti nyata di arena militer adalah 14.000 syahid dari kalangan buruh di masa Perang Pertahanan Suci, dan jika sekali lagi masalah militer mengemuka, masyarakat buruh pasti akan menjadi bagian dari barisan terdepan."

Sehubungan dengan motivasi nasional para pekerja di arena ekonomi, Rahbar menerangkan, "Salah satu kebijakan utama kubu imperialis sejak awal kemenangan Revolusi Islam Iran adalah menjatuhkan produksi nasional yang dalam beberapa tahun terakhir, di tengah peningkatan sanksi, tujuannya sangat jelas, tapi para buruh dengan perlawanannya mencegah tujuan musuh terwujud, dan mereka menjadi pilar utama di bidang ini."

Rahbar juga menyinggung masalah gerakan buruh sejak awal kemenangan Revolusi Islam Iran dan mengatakan, "Tujuan dari pergerakan ini adalah mengubah masyarakat pekerja menjadi lambang dan tanda protes rakyat, tapi para buruh di arena politik juga telah menggulingkan para provokator, dan akan selalu bersama negara dan Revolusi Islam Iran."

Rahbar: Suriah Berhasil Menangkan Sebuah Perang Internasional

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menilai perlawanan rakyat dan pemerintah Suriah, serta kemenangan dalam sebuah perang internasional, telah meningkatkan kredibilitas dan marwah negara ini.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Minggu (8/5/2022) dalam pertemuan dengan Presiden Suriah, Bashar Al Assad dan rombongan, menyinggung keberhasilan-keberhasilan besar yang diraih Suriah, di arena politik dan militer.

Rahbar menuturkan, "Suriah hari ini bukan Suriah sebelum perang, meski saat itu tidak ada kerusakan-kerusakan, namun penghormatan dan kredibilitas Suriah sekarang jauh lebih besar dari sebelumnya, dan semua orang sekarang memandang Suriah sebagai sebuah kekuatan."

Ayatullah Khamenei menekankan bahwa hari ini Presiden dan rakyat Suriah, terhormat di mata bangsa-bangsa kawasan.

"Beberapa pemimpin negara kawasan bertemu para pejabat Rezim Zionis, dan minum kopi bersama, tapi rakyat negara-negara ini di Hari Quds turun memenuhi jalan-jalan, dan meneriakan anti-Zionis, inilah realitas hari ini di kawasan," imbuhnya.

Rahbar bertemu dengan Presiden Suriah, Bashar al-Assad

Rahbar juga mengenang perjuangan Letjen Syahid Qassem Soleimani dan menuturkan, "Syahid terhormat itu punya keyakinan khusus terkait Suriah, dan dalam arti sebenarnya telah melakukan pengorbanan, dan sepak terjangnya di Suriah, tidak berbeda dengan sepak terjangnya selama delapan tahun perang pertahanan suci di Iran."

Ayatullah Khamenei menambahkan, "Syahid Soleimani dan anggota unggul IRGC lain termasuk Syahid Hamedani, benar-benar bekerja dengan jiwa dan hati, dan memandang masalah Suriah layaknya sebagai sebuah kewajiban dan tugas suci."

Rahbar juga menyinggung sikap persahabatan dan simpati sebagian negara yang beberapa tahun sebelumnya melawan Suriah. Ia menjelaskan, "Jalan masa depan harus diperjelas oleh pengalaman-pengalaman di masa lalu."

Pada saat yang sama, Ayatullah Khamenei menganggap semangat dan keceriaan Presiden Suriah sebagai faktor yang membuka kesempatan dilakukannya pekerjaan-pekerjaan besar.

"Pribadi Presiden dan pemerintah Republik Islam Iran juga benar-benar memiliki semangat, keceriaan dan tekad yang tinggi, mereka menaruh perhatian besar pada Suriah, dan memiliki motivasi serius, dan peluang ini harus digunakan untuk meningkatkan hubungan dua negara lebih dari sebelumnya," papar Rahbar.

Di sisi lain, Presiden Suriah berterimakasih atas sikap dan dukungan rakyat dan pemerintah Iran, dan di saat yang sama mengenang perjuangan Syahid Qassem Soleimani.

Ia menuturkan, "Perlawanan dan sikap kukuh Iran, dalam empat dekade terakhir terkait masalah kawasan, khususnya Palestina, menunjukkan kepada masyarakat kawasan bahwa jalan Iran, adalah jalan yang benar dan asasi."

Bashar Al Assad menambahkan, "Kerusakan-kerusakan akibat perang dapat direkonstruksi, tapi jika asas dan prinsip rusak, maka itu tidak bisa diperbaiki, dan perlawanan rakyat Iran, yang berlandaskan prinsip Imam Khomeini dan dilanjutkan dengan bimbingan Ayatullah Khamenei, membuka peluang kemenangan-kemenangan besar rakyat Iran, dan masyarakat kawasan terutama rakyat Palestina."

Presiden Suriah menegaskan, "Beberapa pihak mengira dukungan Iran atas poros perlawanan adalah dukungan senjata, padahal dukungan dan bantuan terpenting Republik Islam Iran terletak pada arena semangat perlawanan dan kontinuitasnya, pada saat yang sama, hubungan strategis Iran-Suriah menyebabkan Rezim Zionis gagal menguasai kawasan."

 

Tags