May 17, 2022 19:17 Asia/Jakarta
  • Kunjungan Mayjen Bagheri ke Tajikistan
    Kunjungan Mayjen Bagheri ke Tajikistan

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Brigjen Mohammad Bagheri dan Menteri Pertahanan Tajikistan, Sher Ali Mirza menekankan urgensi melawan terorisme, menerapkan keamanan di perbatasan dan menggelar manuver bersama serta mengembangkan peralatan militer kedua negara.

Mayjen. Mohammad Bagheri Senin (16/5/2022) di kunjungannya ke Tajikistan bertemu dengan Menhan negara ini, Letjen. Sher Ali Mirza. Di pertemuan ini, kedua pejabat tersebut membahas mekanisme memperluas dan mengembangkan kerja sama bilateral dan memerangi terorism di kawasan Asia Tengah, kerja sama regional dengan poros Afghanistan.

Menhan Tajikistan di pertemuan ini menyambut prakarsa angkatan bersenjata Iran terkait kerja sama kedua negara memerangi terorisme, kejahatan terorganisir dan narkotika.

Pejabat Iran dan Tajikistan senantiasa berhubungan di hubugan bilateral dan isu-isu regional, dan sampai saat ini kedua negara selain perjanjian dan kesepahaman ekonomi, juga menandangani dua perjanjian keamanan; menekankan kesepakatan kerja sama keamanan dan militer di tahun 2014 yang termasuk kerja sama dua negara di bidang perang kontra-terorisme, dan juga perjanjian ekstradisi penjahat yang ditandangani tahun 2010 antara kedua negara.

Image Caption

Saat ini, Asia Tengah masih menghadapi tantangan serius akibat aktivitas terorisme; Iran dan Tajikistan di bidang keamanan juga memiliki ancaman bersama, seperti penyelundupan narkotika, terorisme dan radikalisme. Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi 2 Mei lalu di kontak telepon dengan sejawatnya dari Tajikistan, Emam Ali Rahman seraya menekankan pentingnya memperluas koordinasi keamanan antara kedua negara mengatakan, "Iran mengkhawatirkan kondisi keamanan kawasan, khususnya Afghanistan."

Situasi keamanan yang tidak stabil di kawasan akibat Daesh (ISIS) dan kegiatan teroris lainnya di Afghanistan memerlukan perhatian serius menyusul penerapan kebijakan AS yang tidak bertanggung jawab di negara tersebut, serta pemindahan teroris Daesh dari Irak dan Suriah ke Afghanistan; Perbatasan utara Afghanistan dengan Tajikistan adalah salah satu daerah di mana penyebaran kerusuhan dapat mengacaukan kawasan itu; Dengan demikian, memperkuat konvergensi Tajikistan dan Iran sangat penting untuk menstabilkan Afghanistan.

Dalam pandangan Republik Islam Iran, mengingat karakteristik terorisme lintas batas, kerja sama global dan regional, terutama di antara negara-negara tetangga, sangat penting, dan ini dapat dicapai melalui perjanjian bilateral atau multilateral yang relevan atau melalui organisasi internasional dan regional seperti sebagai Organisasi Kerja Sama Shanghai. Sehubungan dengan itu, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran menekankan bahwa selain membangun keamanan di perbatasan, Angkatan Bersenjata Iran dan Tajikistan harus saling berinteraksi dan bertukar pandangan. Ia mengungkapkan, "Perang melawan terorisme harus menjadi prioritas bagi angkatan bersenjata kedua negara".

Wajar jika kebijakan luar negeri Iran di Tajikistan bertumpu pada faktor konvergensi di bidang politik, ekonomi, budaya dan keamanan. Perjanjian kerja sama yang sampai saat ini ditandatangani kedua negara, juga menunjukkan tekad serius untuk mengembangkan dan memperdalam kerja sama kedua negara.

Duta Besar Tajikistan di Iran, Nizamuddin Zahedi terkait hal ini mengatakan, posisi Iran yang menjadi terdepan dalam mengakui secara resmi kemerdekaan Republik Tajikistan dan pembukaan kedubes sebelum negara lain di Dushanbe bukan hal kebetulan, tapi sebuah urgensitan sejarah dan tuntutan kepentingan kedua negara yang bertumpu pada kesamaan bahasa, budaya, sejarah dan literatur. (MF)

 

Tags