May 20, 2022 20:01 Asia/Jakarta
  • Hujjatul Islam Mohammad Javad Haj Ali Akbari, khatib shalat Jumat Tehran
    Hujjatul Islam Mohammad Javad Haj Ali Akbari, khatib shalat Jumat Tehran

Khatib shalat Jumat Tehran mengatakan, "Hendaknya mereformasi ide-ide non-revolusioner, anasir penyusup dan penyangga para koruptor serta struktur yang cacat dalam ekonomi Iran."

Merujuk pada pembayaran subsidi pemerintah yang lebih berorientasi rakyat, Hujjatul Islam Mohammad Javad Haj Ali Akbari dalam khotbah Jumat hari ini, Jumat (20/05/2022) mengatakan, "Terkait sebagian komoditas dasar, masalah ini sudah menjadi konsensus para ahli dan semua yakin bahwa reformasi perlu dilakukan.

Khatib shalat Jumat Tehran menjelaskan bahwa ada banyak faktor seperti kondisi ekonomi dunia, kekeringan, perang di Ukraina dan isu-isu lain menuntut subsidi dengan orientasi kerakyatan.

Hujjatul Islam Mohammad Javad Haj Ali Akbari, khatib shalat Jumat Tehran

"Saat ini, negara-negara besar yang sebelumnya merupakan eksportir telah menjadi importir, dan bahkan sebagian negara telah menjatah barang-barang kebutuhan primer dalam agenda mereka," kata Hujjatul Islam Ali Akbari.

Mengacu pada perlunya kemauan nasional dan publik untuk pelaksanaan operasi ekonomi untuk pembayaran subsidi yang berorientasi rakyat, khatib shalat Jumat Tehran mengatakan, "Pemerintah harus berdialog secara teratur dan jujur ​​dengan rakyat dan mencari bantuan mereka. Pembayaran subsidi juga harus tepat waktu dan melakukan koreksi yang diperlukan dalam sistem."

Pembayaran subsidi berorientasi rakyat dan pemerataan subsidi merupakan proyek ekonomi penting yang diluncurkan oleh pemerintah Iran dengan tujuan meningkatkan daya beli kelompok rentan dan menangkal arus keluar modal nasional dari negara melalui penyelundupan.

Pasokan penuh barang-barang konsumsi yang dibutuhkan oleh rakyat dan pembayaran bantuan kepada keluarga selama dua bulan adalah dua langkah segera dari pemerintah Iran untuk mengimplementasikan rencana ekonomi penting ini dengan lebih baik.(sl)

Tags