May 21, 2022 18:00 Asia/Jakarta
  • Iran Aktualita, 21 Mei 2022

Dinamika Iran sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai statemen Rahbar yang menekankan masalah regenerasi sumber daya manusia Iran.

Selain itu, isu kerja sama Tehran dan Havana bersifat strategis, ekonomi Iran-Cina, saling melengkapi, pernyataan Khatibzadeh mengenai tidak adanya perkembangan baru dalam dialog Iran dan Arab Saudi, masalah 120 miliar dolar aset Iran di luar negeri diblokir AS dan pasukan AL Iran terlibat kontak senjata dengan perompak di Laut Merah.

Rahbar

Rahbar Menekankan Regenerasi Sumber Daya Manusia Iran

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, menilai upaya menambah generasi dan meregenerasi sumber daya manusia negara ini, serta usaha menyelamatkan Iran dari masa depan suram akibat penuaan populasi, sebagai kebijakan vital dan paling urgen.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Rabu (18/5/2022) dalam pesannya untuk para pegiat masalah kependudukan yang tengah menggelar pertemuan di Badan Nasional Kependudukan Iran mengatakan, "Upaya menambah generasi dan peremajaan sumber daya manusia Iran, dan dukungan atas institusi keluarga adalah salah satu kewajiban terpenting para pejabat pemerintah dan masing-masing warga negara."

Ayatullah Khamenei menambahkan,"Kewajiban ini lebih ditekankan untuk individu, pusat-pusat sosial yang berpengaruh, dan lembaga kebudayaan, ini adalah kebijakan vital bagi masa depan jangka panjang Iran."

Lebih lanjut Rahbar menjelaskan,"Penelitian-penelitian ilmiah yang jujur menunjukan bahwa kebijakan ini dapat menghindarkan negara dari semua kerusakan potensial atau yang dibayangkan, dan masa depan negara akan menikmati hasil dari kebijakan tersebut."

Ayatullah Khamenei dalam pesannya juga menyarankan para pejabat pemerintah di bidang kependudukan, selain mematuhi aturan hukum dan semacamnya, mereka juga harus memperhatikan pembangunan budaya di ruang publik, dan di dalam sistem kesehatan negara.

 

 

Raisi: Kerja Sama Tehran dan Havana Strategis

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi menyatakan bahwa kerja sama antara Tehran dan Havana yang terjalin erat selama ini bersifat strategis.

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi dalam pertemuan dengan Deputi Perdana Menteri Kuba, Ricardo Cabrisas Ruiz, hari Rabu (18/5/2022)  menggambarkan hubungan Tehran dan Havana bersifat strategis, dan menegaskan bahwa berbagai kapasitas yang tersedia di kedua negara harus dikembangkan untuk meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan ekonom, pertanian, kesehatan dan berbagai sektor lainnya

Lebih lanjut Presiden Republik Islam Iran menyatakan bahwa hubungan bilateral yang positif dan konstruktif antara Iran dan Kuba dapat diperluas dalam interaksi internasional antara kedua negara.

Raisi juga menyatakan kepuasannya dengan hasil pertemuan Joint Commission of Economic Cooperation antara Iran dan Kuba, dengan menambahkan, “Kerja sama yang konstruktif antara kedua negara di bidang kesehatan dan medis memiliki potensi besar untuk diperluas. Iran dan Kuba dapat mengandalkan kekuatan dalam negerinya di berbagai bidang untuk menghasilkan produk-produk strategis sebagai modal swasembada masing-masing,".

Sementara itu, Deputi Perdana Menteri Kuba dalam pertemuan tersebut menyampaikan pesan Presiden Kuba kepada Presiden Republik Islam Iran, dan menekankan keinginan negaranya untuk mengembangkan kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Tehran.

Ricardo Cabrisas Ruiz, menggambarkan hubungan politik, ekonomi dan perdagangan antara Tehran dan Havana sebagai hubungan strategis dan mendalam, dengan mengatakan, "Berdasarkan rencana jangka pendek, menengah dan panjang, hubungan Iran-Kuba dapat diperluas dari tingkat hubungan bilateral ke interaksi multilateral di kawasan Amerika Latin,".

Hubungan Tehran-Havana terus berkembang dalam beberapa dekade terakhir, terutama keanggotaan Iran di Gerakan Non-Blok (GNB) yang menyebabkan hubungan yang lebih erat antara kedua negara.

Kedua negara juga memiliki pandangan yang sama dalam melawan kebijakan arogan dan hegemonik Amerika Serikat sebagai pemimpin blok Barat, dan menyerukan untuk melawan campur tangan dan sanksi ilegal Washington dalam urusan internal negara lain.

 

 

Ekonomi Iran-Cina, Saling Melengkapi

Ketua Kamar Dagang Bersama Iran-Cina yang sedang mengkaji dimensi hubungan kedua negara, menyebut ekonomi Iran dan China saling melengkapi.

Konferensi Kedua Pengembangan Perdagangan dan Kerja Sama Ekonomi Iran-Cina digelar di Tehran pada hari Rabu (18/5/2022) yang dihadiri oleh sejumlah pelaku ekonomi dari kedua negara untuk mengkaji kapasitas dan area guna meningkatkan hubungan ekonomi.

Mohammad Reza Hariri, Ketua Kamar Dagang Bersama Iran-Cina pada konferensi tersebut menyinggung hubungan lama Iran-Cina yang berusia lebih dari 51 tahun, dengan mengatakan bahwa hubungan ekonomi Iran-Cina telah menunjukkan potensi pertumbuhan dan hubungan baik di bidang politik yang akan membantu meningkatkan hubungan ekonomi.

"Tipe ekonomi di kawasan Teluk Persia berinteraksi baik dengan tipe ekonomi atraktif di Cina, yang menyebabkan hubungan perdagangan kedua negara mencapai lebih dari 30 miliar pada tahun lalu, meskipun menghadapi sanksi," ujar Hariri.

Selama beberapa tahun terakhir, Iran dan Cina telah memperluas hubungan mereka ke tiga tingkat utama yaitu: politik-ekonomi, pertahanan-keamanan" dan geopolitik-strategis, dan penandatanganan dokumen strategis 25 tahun merupakan langkah penting dalam menyelesaikan proses ini.

 

Khatibzadeh

Khatibzadeh: Tidak Ada Perkembangan Baru dalam Dialog Iran-Saudi

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Saeed Khatibzadeh menyatakan saat ini belum ada perkembangan baru dalam pembicaraan antara Iran dan Arab Saudi.

Sejauh ini beberapa putaran pembicaraan antara Iran dan Arab Saudi telah berlangsung di ibu kota Irak, Baghdad, dan konsultasi antara pejabat kedua negara hingga kini terus berlanjut.

"Tidak ada perkembangan baru yang terjadi sejak putaran terakhir pembicaraan," kata Jubir Kemenlu Iran, Saeed Khatibzadeh hari Selasa (17/5/2022).

Mengenai kemungkinan pertemuan tingkat menteri luar negeri Iran dan Saudi di Baghdad, Khatibzadeh menjelaskan, "Sebagaimana semua pembicaraan semacam itu, beberapa masalah diangkat pada pertemuan kedua pihak, termasuk cara melanjutkan pembicaraan dan tingkat tindak lanjut yang sedang berlangsung sebagai agenda ke depan.".

 

 

Pelapor PBB: 120 Miliar Dolar Aset Iran di Luar Negeri Diblokir AS

Pelapor khusus PBB menyinggung dampak negatif aksi sepihak penyalahgunaan hak asasi manusia dan mengatakan, sejak keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA, 100-120 miliar dolar aset Iran di luar negeri diblokir AS.

Alena Douhan, Rabu (18/5/2022) menggelar jumpa pers di Tehran, dan mengatakan bahwa masalah yang menjadi perhatiannya adalah dampak negatif sanksi atas hak asasi manusia.

Ia juga berterimakasih kepada pemerintah Iran, dan Dewan HAM Iran karena telah memfasilitasi kunjungannya ke Tehran.

"Iran menjadi target luas sanksi, dan Amerika Serikat telah menerapkan sanksi-sanksi keuangan serta perdagangan yang berat terhadap Iran, sejak dekade 1970, dan Washington berusaha mengucilkan Iran dari sistem keuangan dan perdagangan dunia," imbuhnya.

Pelapor khusus PBB menjelaskan, AS secara sepihak keluar dari JCPOA, dan menerapkan sanksi-sanksi, serta memasukan Bank Sentral Iran dan beberapa bank lain ke daftar sanksi, mengeluarkan sejumlah banyak perusahaan Iran dari pasar, dan aset Iran yang diblokir di luar negeri mencapai 100-120 miliar dolar.

Ia menambahkan, lebih dari 700 individu serta instansi Iran masuk ke dalam sanksi ini, dan dampak sanksi ini menghantam kelompok-kelompok rentan, dan para kepala rumah tangga. Di sisi lain, bantuan kemanusiaan melalui badan-badan internasional tidak pernah dilakukan terhadap Iran, karena masalah transfer uang.

 

 

Pasukan AL Iran Terlibat Kontak Senjata dengan Perompak di Laut Merah

Komandan Angkatan Laut Iran mengabarkan kontak senjata antara pasukan pengawal kapal Iran, dengan para perompak bersenjata di Laut Merah.

Laksamana Shahram Irani, Rabu (18/5/2022) seperti dikutip Humas AL Militer Iran mengatakan, "Tim pengawalan AL Militer Iran, Rabu dinihari menerima pesan permintaan bantuan dari kapal Iran, yang diserang perahu-perahu perompak laut di Laut Merah, segera menuju lokasi, dan terlibat kontak senjata dengan para perompak bersenjata."

Ia menambahkan, "Setelah tim pengawalan AL Iran tiba di lokasi, dan terlibat kontak senjata, para perompak bersenjata terpaksa meninggalkan lokasi."

Komandan AL Militer Iran menegaskan, setelah terbentuknya koalisi maritim baru Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, aksi perompakan laut di perairan penting dan strategis ini mengalami peningkatan.

Ini adalah kontak senjata kedua yang terjadi antara pasukan AL Militer Iran dengan para perompak bersenjata dalam satu minggu terakhir di perairan internasional.

 

Pasukan Mohammad Rasulullah Saw Gelar Manuver di Tehran

Pasukan Mohammad Rasulullah Saw di Tehran Besar, Republik Islam Iran menggelar upacara dan manuver di sekitar Kompleks Makam Pencetus Revolusi Islam Imam Khomeini ra pada hari Jumat, 20 Mei 2022.

Acara tersebut digelar dalam kerangka memperingati pembebasan kota Khorramshahr dan bertujuan untuk meningkatkan kesiapan pasukan.

Pasukan Iran pada hari Minggu, 2 Khordad 1361 HS (Mei 1982) pukul 06.15 mengepung kota Khorramshahr dan membuat pasukan rezim Baath Irak tidak memiliki pilihan lain kecuali melarikan diri. Hingga pukul 09.00, lebih dari 5000 tentara Irak ditawan militer Iran.

Keesokan harinya pada tanggal 3 Khordad 1361 HS atau 24 Mei 1982, pasukan Baath berusaha kembali menguasai daerah-daerah yang telah dibebaskan para pejuang Iran, namun berkat kewaspadaan mereka, musuh gagal mencapai tujuannya.

Perlawanan dan aksi heroik bangsa Iran pada akhirnya berhasil membebaskan Khorramshahr dari pendudukan pasukan Saddam. Pada 24 Mei 1982, Khorramshahr kembali ke pangkuan Iran, dan hari pembebasan Khorramshahr diperingati setiap tahunnya sebagai "Hari Pertahanan dan Perlawanan".

Pada tanggal 31 Shahrivar 1359 HS yang bertepatan dengan 22 September 1980, rezim Baath Irak yang didukung kekuatan dunia, melancarkan serangan militer besar-besaran ke perbatasan Iran.

Salah satu target utama serangan pasukan Saddam ke wilayah Iran adalah Khorramshahr, sebuah kota pelabuhan yang terletak di Provinsi Khuzestan, barat daya Iran. Daerah ini sangat strategis dari semua dimensi termasuk dari sisi ekonomi, perdagangan dan politik karena posisinya yang terletak di dekat Teluk Persia dan Irak.(PH)

 

 

 

 

Tags