May 25, 2022 19:00 Asia/Jakarta
  • Rahbar Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei
    Rahbar Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan anggota Majelis Syura Islam Iran (parlemen) mengatakan, tetap revolusioner lebih sulit ketimbang menjadi revolusioner.

Rahbar, Rabu (25/5/2022) dalam kesempatan itu menyebut perebutan kembali kota Khorramshahr sebagai simbol perubahan dari sebuah konstelasi pahit ke sebuah konstelasi manis, serta terwujudnya upaya penyelamatan nasional.

Dengan menyinggung faktor-faktor perubahan konstelasi ini, Ayatullah Khamenei menjelaskan, "Cara untuk keluar dari kondisi sulit, rumit, dan pahit, serta sampai pada kemenangan dan kesuksesan adalah dengan jihad, tekad kokoh, inisiatif, pengorbanan, visi jangka panjang, dan lebih utama dari semua adalah ikhlas dan tawakal kepada Allah Swt."

Rahbar menyebut Majelis Syura Islam sebagai pilar utama pemerintahan negara dan menuturkan, "Pengenalan yang benar tentang kemampuan dan kerentanan merupakan salah satu masalah yang sangat urgen, pasalnya musuh lebih memperhatikan kesalahan-kesalahan kita daripada berharap pada kemampuan-kemampuannya sendiri."

Sehubungan dengan luas wilayah, populasi penduduk, letak geografis, sejarah dan iklim beragam Iran, Ayatullah Khamenei menerangkan, "Pengelolaan negara dengan posisi Iran, adalah pekerjaan yang penting, dan dengan memperhatikan kondisi khusus saat ini di dunia, dapat dipastikan akan sulit dan rumit."

Rahbar menambahkan, "Tentu saja dengan kondisi yang berlaku sekarang ini di dunia, pengelolaan dan pemerintahan bagi semua negara telah menjadi lebih sulit."

"Persaingan penuh permusuhan kekuatan-kekuatan dunia, dan saling ancam di antaranya kekuatan nuklir, manuver dan ancaman militer yang terus meningkat, serta perang di dekat Eropa, sebagai salah satu wilayah paling berisiko perang di dunia, menyebarnya wabah dan ancaman kelangkaan pangan di level global, semuanya merupakan faktor-faktor yang menyebabkan kondisi duni saat ini menjadi spesial, dan dalam kondisi semacam ini pengelolaan negara menjadi lebih sulit dan rumit," paparnya.

Ayatullah Khamenei melanjutkan, "Iran selain merasakan kondisi sulit yang dirasakan di seluruh dunia, karena ia juga mengajukan sebuah model baru yaitu demokrasi relijius, dan karena telah menyebabkan kekacauan pada tata kelola sistem hegemonik, maka ia terus berhadapan dengan kekuatan-kekuatan dunia."

Rahbar menegaskan bahwa Republik Islam Iran selalu berdiri melawan seluruh permusuhan dan musuh, dan sedang mengalami kemajuan serta kesuksesan.

"Para anggota Majelis Syura Islam Iran, pemerintah, Lembaga Kehakiman, dan instansi-instansi lain, semuanya harus tahu bahwa mereka terlibat dalam sebuah pemerintahan besar dan penting, dan sesuai dengan posisi ini, mereka harus lebih meningkatkan kehati-hatian atas dirinya," pungkas Rahbar. (HS)

Tags