May 29, 2022 15:18 Asia/Jakarta
  • Mayjen Bagheri bersama Panglima militer Iran Mayjen Abdolrahim Mousavi
    Mayjen Bagheri bersama Panglima militer Iran Mayjen Abdolrahim Mousavi

Kepala Staf Umum Militer Iran, Mayjen. Mohammad Bagheri Sabtu (28/4/2022) mengunjungi pangkalan drone rahasia dan bawah tanah militer Iran.

Selama kunjungan tersebut Mayjen Bagheri mendapat penjelasan mengenai kemampuan produksi berbagai drone militer, ofensif dan jarak jauh militer Republik Islam Iran. Dengan dioperasikannya pangkalan rahasia yang berada di kedalamaan ratusan meter di bawah tanah, Republik Islam Iran berubah menjadi kekuatan drone di kawasan.

Wakil kepala operasi militer Republik Islam Iran, Laksamana Muda Sayid Mahmoud Mousavi Sabtu (28/5/2022) malam di sebuah acara televisi terkait pangkalan drone "Pangkalan Drone Strategis 313" mengatakan, "Drone di pangkalan ini mampu melaksankan misi dan operasi strategis dan efektif dalam meraih keunggulan di lapangan dan memberi kerusakan kepentingan utama dan vital musuh. Drone ini digunakan dan dioperasikan di area yang aman, dan pangkalan ini sedemikian rupa sehingga mereka memiliki kapasitas untuk menggunakan drone yang memiliki roda, serta drone yang terbang dari platform dan peluncur."

Kunjungan Mayjen Bagheri ke pangkalan bawah tanah drone 313

Kemajuan drone Republik Islam Iran selama satu dekade lalu selalu gemilang dan drone buatan negara ini memiliki nilai tinggi mengingat meletusnya konflik di kawasan. Drone produk Iran telah membuktikan nilainya di bidang pengawasan dan pengintaian, mencari target dan melaksanakan misi ofensif di medan tempur kawasan.

Angkatan bersenjata Iran mampu meraih berbagai prestasi dan kemajuan di bidang pesawat tanpa awak (UAV) dan prestasi ini membuat Iran menjadi kekuatan drone unggul di kawasan. Kekuatan drone Iran meningkatkan domain keamanan dan penjagaan perbatasan nasional berkilo-kilo meter dari perbatasan darat dan laut. Kemampuan drone Iran selama beberapa dekade lalu, dengan fokus pada dua unsur kualitas dan kuantitas pesawat tanpa awak, mengalami rotasi penting dan saat ini berubah menjadi kekuatan drone di kawasan serta memiliki posisi khusus di pemilik terknologi pembuat pesawat nirawak (UAV).

"Kekuatan drone Republik Islam Iran telah menciptakan salah satu dari kapasitas ini bagi kami, yang bersama dengan sistem rudal dan sebagai pelengkap sistem rudal kami, telah memberikan kekuatan pencegah (defensif) bagi Republik Islam di samping kemampuan drone Sepah Pasdaran (IRGC)," ungkal Laksamana Muda Mousavi.

Kini dengan dipamerkannya pangkalan bawah tanah militer Iran, dimensi baru dari kekuatan drone Iran mulai terungkap. Mengingat bahwa di perang terbaru seperti perang Karabakh dan perang Ukraina, perang vital drone telah diidentifikasi baik di bidang misi pengintaian, memimpin tembakan artileri, atau di bidang misi tempur dan penghancuran senjata musuh, oleh karena itu, Staf Umum Angkatan Bersenjata dan militer Republik Islam Iran dengan memahami esensi perang baru dengan baik berada di jalur pengembangan lebih besar kemampuan drone.

Mayjen Bagheri bersama panglima militer Iran, Mayjen Abdolrahim Mousavi

Di perang saat ini, dan di berbagai operasi pertahanan, ofensif, darat, laut, anti-udara dan di sektor pertahanan, ofensif, penghancuran, identifikasi, pengawasan, perang elektronik, transportasi dan puluhan misi lainnya, drone semakin memiliki posisi penting di antara peralatan dan metode perang. Mayjen Bagheri mengatakan, "Apa yang kita saksikan di perang tahun-tahun terakhir di Kaukasus, Ukraina dan tempat lain, dan apa pengalaman kita sebelumnya dalam melawan teroris di Suriah dan Iran serta seluruh berang di dekade terakhir, menunjukkan bahwa posisi drone adalah posisi istimewa dan mengalami pertumbuhan pesat. Militer dengan memahami secara detail kebutuhan perang mendatang, dengan memanfaatkan metode dan peralatan baru, mulai masuk ke bidang baru hari ini dan masa depan serta untungnya hari ini kita menyaksikan kemampuan militer di bidang drone." (MF)

 

 

Tags