May 31, 2022 11:53 Asia/Jakarta
  • Rahbar: Penguatan Kapasitas Domestik, Senjata Terbaik Hadapi Sanksi

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menegaskan urgensi memperhatikan kekuatan dan kapasitas dalam negeri dan menilainya sebagai senjata untuk melumpuhkan sanksi.

Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan Presiden Tajikistan, Emomali Rahmon, dan delegasi negara ini hari Senin (30/5/2022) menyinggung kesamaan sejarah, agama, budaya dan bahasa yang mendalam antara Iran dan Tajikistan, dan menyerukan peningkatan persaudaraan dan persahabatan antara kedua negara.

Ayatullah Khamenei menjelaskan keberadaan iklim Iran yang beragam, tanah dataran yang luas, kemajuan sains, teknologi dan industri, dan perusahaan berbasis pengetahuan di Iran, serta air yang melimpah dan tambang yang luas di Tajikistan, sebagai potensi yang baik untuk mempromosikan peningkatan kerja sama demi kemajuan kedua negara di berbagai bidang. 

"Meskipun menghadapi sanksi, Republik Islam Iran meraih kemajuan yang baik di berbagai bidang. Jika sanksi tidak ada, maka kemajuan ini mungkin tidak akan terwujud, sebab sanksi bisa mengoptimalkan kekuatan dalam negeri," ujar Ayatullah Khamenei.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menilai kapasitas teknis, rekayasa, industri dan sains di Iran sangat potensial dan penting untuk membantu kemajuan Tajikistan dan menambahkan, "Untuk menggunakan kapasitas ini secara serius harus dilakukan perluasan kerja sama dengan pembentukan komisi bersama untuk menjalankan secara serius semua dokumen yang ditandatangani pada tahap operasional,".

Ayatullah Khamenei dalam pertemuan ini juga menekankan bahwa salah satu bidang kerja sama dan konsensus antara Iran dan Tajikistan mengenai masalah regional, terutama situasi di Afghanistan.

"Iran dan Tajikistan memiliki perhatian yang sama tentang Afghanistan, dan kedua negara prihatin tentang penyebaran terorisme dan pertumbuhan kelompok takfiri di negara itu. Tapi kami percaya bahwa orang-orang yang sekarang berkuasa di Afghanistan saat ini harus bisa mengakomodasi semua kelompok untuk membentuk pemerintahan komprehensif," papar Rahbar. 

Pemimpin Besar Revolusi Islam juga menyinggung kunjungan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran baru-baru ini ke Tajikistan dan pembukaan pabrik UAV, dan menilai kerja sama semacam itu sangat penting. 

"UAV adalah faktor penting dalam keamanan negara-negara saat ini," tegas Ayatullah Khamenei.

Sementara itu, Presiden Tajikistan, Emomali Rahmon dalam pertemuan ini menyampaikan kepuasannya atas kehadirannya di Tehran dan pertemuan dengan Pemimpin besar Revolusi Islam, dan presiden Iran.

"Pembicaraan baik telah dilakukan di berbagai bidang, termasuk perdagangan, hubungan ekonomi dan industri, dan lainnya. Sesuai dengan dokumen yang ditandatangani, dengan bimbingan Anda, hubungan kedua negara akan semakin berkembang," kata Presiden Tajikistan kepada Rahbar.

Menyikapi kekhawatiran keamanan, terutama tentang Afghanistan dan penyebaran terorisme, sebagai masalah penting antara kedua negara, Emomali Rahmon menambahkan,"Kami menginginkan perdamaian dan stabilitas serta pembentukan pemerintahan yang melibatkan semua etnis di Afghanistan, dan kami berharap dengan peningkatan kerja sama keamanan antara Iran dan Tajikistan, berbagai kekhawatiran bisa diatasi."(PH)

Tags