Jun 04, 2022 11:35 Asia/Jakarta
  • Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi
    Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi

Presiden Republik Islam Iran pada Jumat (03/06/2022) malam dalam rangka memperingati 33 tahun wafatnya Imam Khomeini ra, Pendiri Republik Islam Iran yang diselenggarakan di makam sucinya, mengatakan bahwa melawan arogansi dan penindasan adalah salah satu isu utama maktab Imam Khomeini.

Menurutnya, "Setelah Revolusi Islam, Iran telah menjadi tempat perlindungan dan tempat aman bagi kaum tertindas dunia."

Hari ini, Sabtu, 14 Khordad 1401 HS yang bertepatan dengan tanggal 4 Juni 2022 M adalah peringatan wafatnya Imam Khomeini ra, Pendiri Republik Islam Iran.

Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi

Menurut laporan Iranpress, Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi di acara haul tersebut mengatakan bahwa keselamatan kaum tertindas dan lemah di dunia adalah salah satu aspek terpenting dalam maktab politik Imam Khomeini ra.

"Semua kaum tertindas menganggap Imam Khomeini ra sebagai sebagai pemimpin mereka," kata Raisi.

Mengacu pada pernyataan Imam Khomeini ra bahwa "Amerika tidak bisa berbuat apapun" Presiden Raisi lebih lanjut mengatakan, "Hari ini kita melihat bahwa juru bicara Gedung Putih secara eksplisit menyatakan bahwa tekanan maksimum terhadap Iran telah gagal."

Menurut Presiden Iran, politisi berlimpah di dunia, tetapi politik tanpa spiritualitas telah menyebabkan banyak penderitaan bagi umat manusia.

"Hasil dari politik tanpa spiritualitas adalah 70 tahun penindasan terhadap rakyat Palestina dan perlombaan senjata nuklir global," ujarnya.

"Semua ini dapat diperoleh dari pedoman dan bimbingan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam dan Imam Khomeini," pungkas Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi sembari menekankan bahwa masa depan Iran akan cerah.

Imam Khomeini ra meninggal dunia pada tanggal 14 Khordad 1368 yang bertepatan dengan tanggal 4 Juni 1989. Pendiri Republik Islam ini wafat setelah menjalani kehidupan yang penuh perjuangan dan tak kenal lelah selama 87 tahun.

Sayid Ayatullah Ruhollah Khomeini ra memulai perjuangannya pada tahun 1963 melawan rezim despotik Shah dan intervensi Amerika Serikat di Iran. Akhirnya ia diasingkan ke Turki dan kemudian ke Irak oleh rezim Shah.

Peringatan tiga puluh tiga tahun wafatnya Pemimpin Agung Revolusi Islam setelah dua tahun vakum (karena wabah virus Corona) akan diadakan tahun ini di makam sucinya sesuai dengan protokol kesehatan.(sl)

Tags