Jun 11, 2022 19:30 Asia/Jakarta

Presiden Republik Islam Iran menilai strategi negaranya dan Venezuela adalah berdiri melawan musuh.

Sayid Ebrahim Raisi, Sabtu (11/6/2022) dalam jumpa pers bersama dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Tehran mengatakan, "Iran selalu berusaha menjalin hubungan dengan negara-negara independen di arena kebijakan luar negeri, dan Venezuela telah melawan sanksi-sanksi musuh dan imperialisme, dan memberikan perlawanan luar biasa."

Ia menambahkan, "Hubungan Iran dan Venezuela strategis dan hubungan persaudaraan kami ini akan berlanjut, penandatanganan dokumen kerja sama 20 tahun dua negara, membuktikan tekad ini."

Menurut Presiden Iran, banyak sanksi dan ancaman terhadap Iran, dalam 42 tahun terakhir, dan bangsa Iran memutuskan untuk mengubah sanksi-sanksi ini menjadi peluang untuk kemajuan negara.

"Sebagaimana dikatakan Juru bicara Gedung Putih, tekanan maksimum terhadap Iran gagal secara memalukan, dan ini adalah titik kemenangan bagi Iran, dan titik kekalahan bagi musuh-musuhnya," imbuh Raisi.

Ia melanjutkan, tekad rakyat, pemerintah dan Presiden Venezuela adalah harus melawan sanksi, dan hari ini pertumbuhan ekonomi Venezuela mulai naik kembali, dan ini pertanda baik yang membuktikan kepada semua orang bahwa perlawanan membuahkan hasil, dan berhasil memaksa musuh mundur.

Di sisi lain, Presiden Venezuela mengatakan, "Berbagai bidang penting seperti energi, minyak dan gas, petrokimia, dan kilang minyak, terbuka untuk kerja sama Iran dan Venezuela."

Pada saat yang sama, Nicolas Maduro mengabarkan dibukanya rute penerbangan langsung Tehran-Caracas mulai tanggal 18 Juli 2022 mendatang.

"Para pemuda Iran dan Venezuela harus tahu bahwa dunia di masa depan adalah dunia egaliter dan adil, yang berdiri melawan imperialisme," pungkasnya. (HS)

Tags