Jun 16, 2022 10:09 Asia/Jakarta

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran pada hari Rabu (15/06/2022) saat bertemu dengan Presiden Republik Turkmenistan, Serdar Berdimuhamedow, dan delegasi yang menyertainya menyebut mempererat hubungan secara maksimal, sepenuhnya akan menguntungkan kedua negara.

Menurut Ayatullah Khamenei, "Kebijakan pemerintah Republik Islam Iran adalah memperluas hubungan dengan negara-negara tetangga, dan ini adalah kebijakan yang sepenuhnya benar."

Rahbar meyakini, syarat untuk berhasil melewati berbagai rintangan dalam hubungan bilateral adalah tekad serius dua negara untuk memperluas hubungan.

Pertemuan Ayatullah Khamenei dengan Presiden Turkmenistan Serdar Berdimuhamedow

"Hubungan bersahabat Iran dan Turkmenistan tentunya memiliki penentang di level regional dan internasional, tapi rintangan-rintangan ini harus diatasi. Komisi kerja sama dua negara harus diaktifkan secara serius, dan dengan tindak lanjut kontinu, seluruh kesepakatan harus direalisasikan," imbuh Ayatullah Khamenei.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Presiden Iran itu, Serdar Berdimuhamedow mengatakan, "Prioritas pemerintah Turkmenistan adalah memperluas hubungan dengan negara-negara tetangga, dan kami berusaha semakin memperkuat hubungan baik dua negara di berbagai bidang terutama di bidang gas, listrik, transportasi barang, dan juga realisasi proyek-proyek besar, dengan memperhatikan dokumen-dokumen kerja sama yang hari ini ditandatangani."

  • Rahbar: Hubungan Iran-Turkmenistan Erat, Kedua Negara Diuntungkan

Perlu disebutkan bahwa sebelum tengah hari Rabu, dalam sebuah upacara di kompleks Saad Abad di hadapan Sayid Ebrahim Raisi dan Serdar Berdimuhamedow, 9 dokumen kerja sama dan pernyataan bersama ditandatangani antara Iran dan Turkmenistan.

Dokumen kerja sama bilateral di bidang pengembangan transportasi transit, pertukaran ilmiah dan budaya, seni dan pendidikan, kerja sama radio dan televisi, perlindungan lingkungan serta perdagangan dan pertukaran ekonomi ditandatangani antara otoritas Iran dan Turkmenistan.

Hubungan Iran-Turkmenistan berkembang karena pendekatan kebijakan luar negeri pemerintah Sayid Ebrahim Raisi, yang dikenal sebagai kebijakan negara tetangga. Kunjungan presiden Turkmenistan ke Iran dan pertemuan dengan para pejabat senior merupakan titik balik dalam hal ini.

Pembentukan Bidang Diplomasi Ekonomi di Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran merupakan langkah penting di bidang ini dan telah menyebabkan peningkatan interaksi diplomatik dengan negara-negara tetangga, termasuk Turkmenistan, demi memperluas hubungan ekonomi dan perdagangan serta meningkatkan Ekspor Iran ke negara-negara ini.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran pada hari Rabu (15/06/2022) saat bertemu dengan Presiden Republik Turkmenistan, Serdar Berdimuhamedow, dan delegasi yang menyertainya menyebut mempererat hubungan secara maksimal, sepenuhnya akan menguntungkan kedua negara.

Penekanan pada kebijakan negara tetangga dan perluasan hubungan dengan negara-negara Asia dan Eurasia berdasarkan penguatan diplomasi ekonomi dan peningkatan interaksi dengan negara-negara ini serta menggunakan kapasitas mereka untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan adalah salah satu rencana serius Republik Islam Iran.

Iran dan Turkmenistan memiliki potensi yang signifikan untuk kerja sama bilateral di berbagai bidang, dan pada saat yang sama, posisi Iran sangat menarik bagi Turkmenistan karena aksesnya ke Laut Kaspia dan Teluk Persia untuk pengembangan transportasi transit antara kedua negara.

Sementara itu, pertukaran gas Turkmenistan ke Republik Azerbaijan melalui Iran, yang telah beroperasi sejak Januari 2022, menjamin kepentingan kedua negara. Berdasarkan perjanjian tersebut, Iran akan mengirimkan 1,5 hingga 2 miliar meter kubik gas Turkmenistan ke Azerbaijan setiap tahun.

Pengaktifan diplomasi energi dan pengembangan kerja sama Iran dengan negara tetangga di bidang energi menjadi salah satu program Kementerian Perminyakan.Hasilnya adalah penandatanganan kontrak pertukaran gas, yang meskipun tidak dalam jumlah besar, merupakan langkah penting di mata para ahli.

Hojjatullah Ghanimifard, mantan Dirjen urusan Internasional Perusahaan Minyak Nasional Iran, mengatakan tentang kesepakatan itu, "Memecahkan masalah ekonomi dan meningkatkan produksi minyak dan gas di dalam negeri, Iran dapat membuktikan bukan hanya sebagai pemasok minyak dan gas, tetapi juga sebagai jalur yang sesuai dan aman untuk transportasi minyak dan gas dari negara-negara tetangga dalam berbagai bentuk."

Presiden Turkmenistan Serdar Berdimuhamedow dan Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi

Pemerintahan Raisi telah memprioritaskan kebijakan negara tetangga, dan presiden Iran sejak awal telah mengidentifikasi interaksi yang baik dan kerja sama yang luas dengan negara-negara tetangga, termasuk Turkmenistan, sebagai titik fokus diplomasi ekonomi pemerintah.

Mengingat perbatasan yang luas antara Iran dan Turkmenistan dan adanya alasan yang sangat menguntungkan untuk mempromosikan hubungan dan kerja sama bilateral, sebagaimana disebutkan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, hubungan antara kedua negara harus diperluas sebanyak mungkin atas dasar kepentingan bersama.(sl)

Tags