Jun 17, 2022 13:42 Asia/Jakarta
  • Mehdi Safari, Deputi Menteri Luar Negeri Iran urusan Diplomasi Ekonomi
    Mehdi Safari, Deputi Menteri Luar Negeri Iran urusan Diplomasi Ekonomi

Mengacu pada sanksi baru AS terhadap orang-orang yang terkait dengan industri petrokimia, Deputi Menteri Luar Negeri Iran urusan Diplomasi Ekonomi mengatakan, "Sanksi AS yang baru tidak akan mengganggu pekerjaan kami."

Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan AS hari Kamis (16/06/2022) mengumumkan bahwa mereka telah menambahkan jaringan yang membantu Iran menghindari sanksi dan menjual produk-produk petrokimianya ke dalam daftar sanksi.

Dalam pernyataan Departemen Keuangan AS disebutkan, "Hari ini, Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan AS menempatkan pada daftar sanksi jaringan dari para produsen petrokimia Iran, serta perusahaan fiktif yang berbasis di Cina dan UEA yang mendukung Trilliance Petrochemical dan Iran Petrochemical Trading Company. Kedua perusahaan ini memainkan peran kunci dalam menjual produk-produk petrokimia Iran ke luar negeri."

Departemen Keuangan AS

Departemen Keuangan AS telah menyebutkan dua individu dan sembilan perusahaan yang mengklaim sebagai bagian dari jaringan yang menghindari sanksi terhadap Iran.

Dalam hal ini, menurut laporan IRIB, "Mehdi Safari, Deputi Menteri Luar Negeri Iran urusan Diplomasi Ekonomi, Kamis (16/6) malam dalam percakapan telepon dengan televisi Kanal 1 Iran mengatakan, "Industri dan produk petrokimia kami telah disanksi di masa lalu, tetapi penjualan produk ini telah dilakukan dengan cara yang berbeda dan akan terus berlanjut."

Safari menambahkan, "Setiap hari, Amerika Serikat menempatkan individu dan orang-orang dalam daftar sanksi dengan berbagai dalih, tetapi masalah ini tidak akan menimbulkan masalah dalam proses penjualan produk petrokimia, dan penjualan produk ini akan tetap dilakukan."

"Mereka ingin mengatakan bahwa mereka mengendalikan kami dan memantau aktivitas Iran, tetapi Republik Islam Iran selama bertahun-tahun memiliki caranya sendiri untuk swasembada, penjualan, ekspor dan impor barang dan jasa," pungkas deputi Menlu Iran urusan Diplomasi Ekonomi.(sl)

Tags