Jun 20, 2022 16:15 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khamenei dan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Kemeluly Tokayev.
    Ayatullah Khamenei dan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Kemeluly Tokayev.

Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Kemeluly Tokayev bersama delegasi tingkat tinggi negara ini bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei di Tehran pada hari Minggu, 19 Juni 2022.

Dalam pertemuan tersebut, Ayatullah Khamenei menyinggung sejumlah masalah penting, termasuk krisis Ukraina. Rahbar mengatakan, masalah utama dalam kasus Ukraina adalah mengenai plot Barat untuk pengembangan NATO.

"Dalam kasus Ukraina, masalah utamanya mengenai sikap Barat yang berusaha untuk memperluas NATO, dan mereka tidak akan ragu untuk memperluas pengaruhnya di mana pun saja berada," kata Ayatulllah Khamenei.

Rahbar menjelaskan, kita perlu melihat masalah ini secara hati-hati, karena Amerika Serikat dan Barat selalu berusaha untuk memperluas lingkup pengaruh mereka di berbagai kawasan, termasuk Asia Timur dan Barat, demi merusak kemerdekaan dan kedaulatan negara lain.

Di bagian lain statemennya, Pemimpin Besar Revolusi Islam mengungkapkan kedekatan hubungan antara Iran dan Kazakhstan, serta ikatan sejarah dan budaya yang mendalam antara kedua negara.

Ayatullah Khamenei menekankan perlunya untuk lebih memperluas kerja sama kedua negara di berbagai bidang, terutama kerja sama regional.

Rahbar juga menyerukan koordinasi pada isu-isu politik dan ekonomi yang diperlukan guna memperluas hubungan bilateral.

Ayatullah Khamenei menekankan perlunya mengaktifkan komisi bersama kedua belah pihak guna melipatgandakan upaya mereka dalam mengejar kesepakatan dan mengimplementasikannya. Menurutnya, perluasan kerja sama budaya antara Iran dan Kazakhstan adalah penting.

Rahbar menyinggung filsuf Muslim terkemuka Kazakhstan, Farabi, dengan mengatakan, sebagai seorang filsuf dan ilmuwan Muslim asal Kazakhstan yang karya-karyanya telah diteliti dan dipelajari di Iran selama sekian tahun, Farabi bisa menjadi dasar kerja sama budaya dan pembentukan komite ilmiah bersama antara kedua negara.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi itu, Presiden Republik Kazakhstan, Kassym-Jomart Kemeluly Tokayev mengatakan, kami melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Iran dan ditandatangani berbagai dokumen kerja sama oleh kedua belah pihak yang dapat membuka jalan bagi perluasan lebih lanjut hubungan bilateral.

Dia menilai kedua negara memiliki kesamaan sejarah dan budaya yang dalam, dan menyambut baik usulan Pemimpin Besar Revolusi Islam untuk membentuk komite ilmiah Farabi.

Presiden Kazakhsatan lebih lanjut mengungkapkan pandangannya tentang isu-isu regional, termasuk situasi di Ukraina. (RA)

 

Tags