Jun 23, 2022 16:35 Asia/Jakarta
  • Pertemuan Menlu Rusia Sergei Lavrov dengan Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi
    Pertemuan Menlu Rusia Sergei Lavrov dengan Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov Rabu (22/6/2022) bertemu dan berunding dengan Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi di Tehran.

Lavrov yang berkunjung ke Tehran atas undangan sejawatnya dari Iran, Hossein Amir-Abdollahian akan melakukan lobi dengan para pejabat Iran terkait isu-isu kesepakatan kerja sama jangka panjang dan pengembangan hubungan ekonomi kedua negara di tengah-tengah eskalasi sanksi Barat.

Kerja sama di bidang keamanan terkait Suriah dan Afghanistan juga termasuk isu utama perundingan kedua pihak.

Selain itu, isu JCPOA juga termasuk isu yang akan dibahas diplomat senior Rusia dengan sejawatnya dari Iran.

Menlu Iran, Amir-Abdollahian sambut sejawatnya dari Rusia, Sergei Lavrov

Kunjungan ini dilakukan setelah Lavrov pada 3 Juni lalu di kontak telepon dengan Amir-Abdollahian seraya mengungkapkan kepuasannya atas kunjungan mendatang ke Iran, menilai hubungan dan kerja sama kedua negara di berbagai bidang mengalami peningkatan. Menlu Rusia di kontak telepon yang digelar sebelum perilisan resolusi Dewan Gubernur IAEA terhadap Iran, menegaskan penentangan negaranya terhadap resolusi ini. Ia mengatakan, isu-isu yang menjadi agenda kerja sama Iran dan IAEA harus diselesaikan melalui jalur teknis.

Republik Islam Iran dan Rusia memiliki kepentingan strategis di bidang hubungan bilateral khususnya hubungan ekonomi, militer, keamanan serta terkait isu-isu regional dan internasional seperti melawan unilateralisme, dan ini menjadi faktor utama kerja sama dekat kedua pihak selama beberapa tahun terakhir.

Rusia memiliki pandangan yang sama dengan Iran terkait isu-isu politik dan keamanan regional serta global, seperti isu Suriah dan juga melawan penyebaran pengaruh Amerika di Asia Barat dan wilayah pengaruh tradisionalnya. Tehran dan Moskow sejak September 2015 dan di puncak krisis Suriah, memperluas kerja sama di bidang pernag kontra terorisme internasional yang menjadi salah satu faktor efektif mencegah meluasnya instabilitas di kawasan.

Selain hubungan politik antara Iran dan Rusia yang terus meningkat, hubungan perdagangan dan ekonomi kedua negara juga mengalami pertumbuhan signifikan. Volume perdagangan Iran dan Rusia di tahun 2021 mencapai 4,5 miliar dolar, sementara angka ini di tahun 2019 hanya sebesar 1,6 miliar dolar.

Iran dan Rusia di tahun 2001 menandatangani kontrak 20 tahun "Hukum perjanjian adalah dasar hubungan timbal balik dan prinsip kerja sama antara Republik Islam Iran dan Federasi Rusia" dan kini kedua negara ingin meriah kesepakatan baru untuk kerja sama jangka panjang khususnya di sektor ekonomi.

Koneksi kereta api Iran ke Rusia melalui Turkmenistan dan Kazakhstan dan perluasan barang transit, serta kegiatan bea cukai di bagian selatan Rusia dengan Iran adalah bidang kerja sama perdagangan antara kedua negara dan kedua belah pihak untuk mencapai tujuan ini dan menyelesaikan infrastruktur transportasi sampai saat ini telah menandatangani empat dokumen.

Lavrov dan Hossein Amir Abdollahian di Tehran

Saat ini, pengembangan kerja sama perdagangan, perluasan kerja sama jangka panjang dan penghapusan beberapa hambatan serta upaya untuk menetralisir sanksi menjadi agenda serius pejabat kedua negara, serta kunjungan Menlu Rusia ke Tehran dan konsultasi dengan pejabat Itu dapat dievaluasi dalam konteks yang sama.

Alexander Mariasov, mantan dubes Rusia untuk Iran terkait urgensi danmasa depan hubungan kedua negara meyakini, "Konsensus komunitas kebijakan luar negeri Iran tentang pentingnya Rusia bagi Tehran sebagai salah satu mitra di sistem dunia multipolar dan dukungan Moskow untuk integrasi Iran ke dalam lembaga multilateral Eurasia seperti Uni Ekonomi Eurasia dan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) menunjukkan bahwa hubungan Rusia-Iran akan tetap stabil." (MF)

 

 

Tags