Jun 25, 2022 19:10 Asia/Jakarta
  • Menlu RII Hossein Amir Abdollahian (kanan) dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell.
    Menlu RII Hossein Amir Abdollahian (kanan) dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell.

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Hossein Amir Abdollahian mengatakan, Tehran mengejar hubungan yang seimbang dengan dunia dan pemeliharaan dan perluasan hubungan dengan negara-negara di Benua Eropa.

"Republik Islam Iran mencari hubungan yang seimbang dengan dunia. Pemeliharaan dan perluasan hubungan dengan Benua Eropa adalah salah satu prioritas Republik Islam," kata Amir Abdollahian dalam konferensi pers bersama dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell di Tehran, hari Sabtu (25/6/2022).

Menurutnya, pembicaraan antara delegasi Iran dan delegasi Uni Eropa tentang kerja sama kedua pihak adalah pembicaraan yang panjang, namun positif.

"Tingkat hubungan, terutama hubungan perdagangan antara Iran dan negara-negara Eropa, belum sesuai, dan kami berharap kemajuan akan berlanjut dalam pembicaraan dan kesepakatan hari ini," tambah Menlu Iran.

Amir Abdollahin menuturkan, pengambilan manfaat sepenuhnya untuk ekonomi Iran adalah salah satu isu penting dan kami akan berusaha menghilangkan hambatan dalam kelanjutan pembicaraan yang akan dilanjutkan secepatnya.

Delegasi Iran dan Uni Eropa bertemu di Tehran, Sabtu (25/6/2022)

"Kami berharap pihak Amerika Serikat akan mengambil tindakan yang realistis dan berkomitmen," tegasnya.

Menlu Iran lebih lanjut menyinggung konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, dan menegaskan bahwa Iran tidak menganggap perang sebagai solusi.

Sementara mengenai Yaman dan Suriah, Amir Abdollahian menuturkan, mengenai masalah Yaman, kami percaya bahwa dialog Yaman adalah satu-satunya solusi.

"Mengenai Suriah, kami percaya bahwa sanksi terhadap Suriah harus dicabut dan rakyat Suriah harus memutuskan masa depan mereka sendiri, dan Republik Islam Iran juga mendukung Suriah dalam perang melawan terorisme," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengatakan, penting bagi dunia untuk mencapai kesepakatan.

"Iran adalah negara terbesar di kawasan, dan memiliki potensi besar di bidang energi," kata Borrell.

Dia menegaskan, perjanjian nuklir JCPOA harus dihidupkan kembali, sanksi AS terhadap Iran harus dicabut dan Iran bisa mengambil keuntungan ekonomi.

Menurut Borrell, pembicaraan yang telah ditangguhkan selama sekitar tiga bulan, dijadwalkan untuk dilanjutkan. (RA)

Tags