Jun 27, 2022 19:23 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi saat bertemu sekjen D-8
    Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi saat bertemu sekjen D-8

Presiden Republik Islam Iran mengatakan, negara-negara anggota Kelompok D-8 memiliki kapasitas besar untuk meningkatkan perdagangan dan transit barang, tapi sayangnya hal ini dilupakan.

Kelompok D-8 atau delapan negara muslim yang sedang berkembang seperti Indonesia, Iran, Bangladesh, Pakistan, Turki, Malaysia, Mesir dan Nigeria termasuk organisasi regional yang dibentuk untuk memperkuat ekonomi negara anggota serta memperkokoh pengaruh mereka di pasar global dan menjalin dialog dengan negara-negara industri.

Sekretariat Jaringan Pertukaran Teknologi antara Delapan Negara Berkembang Islam, yang dikenal sebagai TTEN, terletak di Taman Teknologi Pardis.

Menurut keterangan Kantor Kepresiden Iran, Presiden Sayid Ebrahim Raisi Senin (27/6/2022) saat bertemu dengan Sekjen D-8, Isiaka Abdulqadir Imam seraya menekankan bahwa kebijakan Republik Islam Iran adalah bekerja sama dengan organisasi regional, internasional dan negara-negara dunia menambahkan, Iran siap berbagi pencapaian teknologi dan berbasis pengetahuannya dengan negara-negara D8.

Seraya menilai urgen peningkatan perdagangan di antara anggota Kelompok D-8, Presiden Raisi mengungkapkan, anggota organisasi ini selain mengaktifkan kapasitasnya, juga berusaha meningkatkan perdagangan di antara negara anggota.

"Amerika Serikat tidak menghendaki negara berkembang terus maju dan menginginkan dengan segala cara, negara-negara ini bergantung kepada sistem hegemoni," papar Presiden Raisi.

Sementara itu, Isiaka Abdulqadir Imam menilai Iran sebagai anggota yang aktif dan mengatakan, "Mempertimbangkan kapasitas populasi untuk negara-negara anggota organisasi "D-8" dan meningkatkan pertukaran perdagangan antara anggota adalah dua pendekatan manajemen yang penting saya sejak menjabat posisi sekretaris jenderal organisasi ini."

Sekjen D-8 berkunjung ke Tehran untuk bertemu dan berunding dengan para pejabat Republik Islam Iran. (MF)

 

Tags