Jun 29, 2022 14:55 Asia/Jakarta
  • Kazem Gharibabadi
    Kazem Gharibabadi

Sekretaris Dewan Tinggi Hak Asasi Manusia Iran, Kazem Gharibabadi mengatakan, lebih dari 25 ribu orang di ran meninggal akibat aksi terorisme, di mana dukungan Amerika di seluruh kejahatan ini terlihat nyata.

Di kalender nasional Iran, mulai 27 Juni hingga 3 Juli ditetapkan sebagai Pekan Hak Asasi Manusia Amerika. Penetapan pekan HAM AS dimaksudkan untuk meninjau kembali berbagai kejahatan Amerika, khususnya terhadap rakyat Iran.

Menurut laporan FNA, Kazem Gharibabadi Rabu (29/6/2022) di konferensi kajian HAM Amerika di Tehran seraya menjelaskan bahwa Iran korban terbesar terorisme menambahkan, Amerika memanfaatkan sepenuhnya isu HAM sebagai alat kebijakan luar negerinya untuk meraih ambisinya di bidang politik dan membuat kasus palsu bagi berbagai negara sehingga dapat memaksa mereka menggunakan standar HAM Washington.

"Pekan Peninjauan dan Pengungkapan Hak Asasi Manusia Amerika harus menjadi pekan kajian dan revisi HAM; Hak asasi manusia yang fokus pada kejahatan dan tidak diterapkannya standar hak asasi manusia Amerika di negara ini," papar Gharibabadi.

Seraya mengisyaratkan bahwa Amerika memiliki jumlah tahanan paling banyak di dunia, Gharibabadi menambahkan, lebih dari dua juta tahanan menghuni sel-sel penjara di Amerika, dan ini membuat Washington sebagai penjara terbesar dunia.

Ia juga melontarkan pertanyaan, bagaimana mungkin kejahatan Amerika dapat dibenarkan, mengatakan, siksaan yang digunakan pasukan AS terhadap tahanan belum pernah terjadi dalam sejarah.

"Amerika pemimpin sanksi sepihak terhadap negara-negara independen, dan lebih dari 30 negara dunia dicantumkan di list sanksi sepihak Amerika," ujar Gharibabadi. (MF)

 

Tags