Jul 05, 2022 02:30 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian
    Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian

Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian Senin (4/7/2022) malam di kontak telepon dengan Menlu Oman, Badr bin Hamad Albusaidi menilai perundingan konstruktif tergantung pada keseriusan, inisiatif dan fleksibilitas AS.

Negosiasi Doha digelar Selasa dan Rabu (28-29 Juni 2022) setelah tiga setengan bulan terhenti, antara Iran dan Amerika secara tidak langsung dan difasilitasi oleh Deputi kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Enrique Mora.

Perundingan di Wina mengelami kemajuan berkat inisiatif tim juru runding Iran, tapi kelambanan Barat khususnya pemerintah AS Joe Biden untuk mengompensasi langkah ilegal pemerintah Amerika sebelumnya dan berlanjutnya kampanye tekanan maksimum telah memunculkan keraguan serius terhadap Washington untuk kemabli ke JCPOA serta berlarut-larutnya proses perundingan.

Menurut laporan Iran Press, Amir Abdollahian di kontak telepon ini seraya menekankan bahwa perundingan konstruktif tergantung pada keseriusan, inisiatif dan flesibilitas Amerika mengungkapkan, Iran serius untuk meraih sebuah kesepakatan kuat dan berkesinambungan.

Sementara itu, menlu Oman di kontak telepon ini menjelaskan visi negaranya terkait urgensi mencapai kesepakatan final di negosiasi ini dan menambahkan, Oman senantiasa mendukung dicapainya kesepakatan di perundingan nuklir dan terealisasinya tuntutan legal Iran.

Kedua pihak di kontaknya juga membahas sejumlah isu penting bersama di tingkat bilateral, regional dan internasional termasuk situasi terbaru perundingan pembatalan sanksi.

Repubilk Islam Iran sebagai negara yang bertanggung jawab berulang kali menyatakan, mengingat bahwa Amerika adalah pihak yang melanggar kesepakatan JCPOA, maka Washington yang harus kembali ke kesepakatan ini dengan mencabut sanksi dan implementasi komitmen AS akan diverifikasi.

Hossein Amir-Abdollahian di kontak telepon dengan sejawatnya dari Prancis, Catherine Colonna Minggu (3/7/2022) mengungkapkan, evaluasi Iran dari negosiasi terbaru di Doha positif, namun harus dilihat bagaimana Amerika memanfaatkan peluang diplomasi.

Seraya menjelaskan bahwa Iran di negosiasi senantiasa menggulirkan prakarsa dan ide-ide positif, Amir-Abdollahian menambahkan, kini jalur diplomasi terbuka, dan Iran serius dan jujur untuk meraih titik final kesepakatan yang baik dan berkesinambungan.

Menlu Iran menekankan, Republik Islam Iran senantiasa mematuhi komitmennya, dan berharap pihak seberang juga menjalankan dengan baik komitmennya. (MF)

 

 

Tags