Jul 08, 2022 21:09 Asia/Jakarta
  • Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Udzma Sayid Ali Khamenei.
    Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Udzma Sayid Ali Khamenei.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Udzma Sayid Ali Khamenei menyampaikan pesan tertulis pada momentum ibadah Haji 1443 H untuk jemaah haji di Tanah Suci.

Berikut adalah teks pesan haji dari Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei:

بسم‌اللّه‌الرّحمن‌الرّحیم

والحمد للّه ربّ العالمین و صلّی اللّه علی محمّد المصطفی و آله الطّاهرین و صحبه المنتجبین

Kami bersyukur kepada Allah yang Maha Kasih dan Bijaksana yang sekali lagi menjadikan musim haji yang penuh berkah ini sebagai pertemuan bagi bangsa-bangsa Muslim dan membuka jalan rahmat dan anugerah kepada mereka. Umat ​​Islam sekali lagi dapat menyaksikan persatuan dan kesatuan dalam cermin transparan dan abadi ini, dan berpaling dari motif cerai-berai dan perpecahan.

Persatuan umat Islam adalah salah satu dari dua landasan mendasar haji, yang jika dikombinasikan dengan zikir dan spiritualitas, yang merupakan fondasi dasar lain dari kewajiban yang penuh dengan misteri ini, dapat membawa umat Islam ke puncak kehormatan dan kebahagiaan, dan menjadikannya sebagai contoh dari:

وَ لِلَّهِ العِزَّةُ وَ لِرَسولِهِ وَ لِلمُؤمِنين

"....Keunggulan itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin..." (QS. al-Munafiqun, 8)

Haji adalah kombinasi dari dua elemen: politik dan spiritual, dan agama suci Islam adalah campuran kemuliaan dan keagungan dari politik dan spiritualitas.

Dalam sejarah baru-baru ini, musuh-musuh bangsa-bangsa Muslim telah melakukan upaya besar-besaran untuk melemahkan dua "ramuan mujarab pemberi kehidupan" ini, yaitu persatuan dan spiritualitas, di antara bangsa-bangsa kita.

Mereka melemahkan spiritualitas dengan mempromosikan gaya hidup Barat, yang tidak memiliki semangat spiritual dan muncul dari kepicikan materi, dan mereka merusak persatuan dengan cara memperluas dan mengintensifkan motif ilusi perpecahan seperti masalah bahasa, warna kulit, ras, dan geografi.

Umat ​​Islam, yang sekarang contoh kecilnya bisa dilihat dalam upacara simbolis haji, harus bangkit melawannya dengan sekuat tenaga. Artinya, di satu sisi, mereka harus memperkuat untuk mengingat Tuhan, bekerja untuk Tuhan, merenungkan firman Tuhan, dan percaya pada janji-janji Tuhan dalam benak dan pikirannya, dan di sisi lain, harus mampu mengatasi motif perpecahan dan konflik. Apa yang dapat dikatakan dengan pasti pada hari ini adalah bahwa kondisi dunia dan dunia Islam saat ini lebih menguntungkan (cocok/tepat) dari sebelumnya untuk upaya yang berharga ini.

Sebab, pertama, hari ini para elite dan banyak masyarakat di negara-negara Muslim telah memperhatikan kekayaan intelektual dan spiritual mereka yang besar dan telah menyadari penting dan nilainya. Hari ini, liberalisme dan komunisme, sebagai hadiah (karunia) terpenting peradaban Barat, tidak lagi memiliki penampilan yang sama seperti seratus tahun yang lalu dan lima puluh tahun yang lalu.

Reputasi demokrasi Barat yang berorientasi pada uang (materi) menghadapi pertanyaan-pertanyaan serius, dan para pemikir Barat mengakui bahwa mereka menderita kebingungan dan ketidakberdayaan kognitif dan praktis.

Di dunia Islam, kaum muda, pemikir, pakar sains dan agama, dengan mengamati situasi ini, memperoleh perspektif baru tentang kekayaan pengetahuan mereka serta garis politik umum di negara-negara mereka, dan ini adalah kebangkitan Islam yang kami selalu sebutkan.

Kedua, kesadaran diri Islam ini telah menciptakan fenomena yang indah dan menakjubkan di jantung dunia Islam, yang membuat kekuatan-kekuatan arogan menghadapi masalah serius dalam menghadapinya. Nama fenomena ini adalah "Muqawama" (perlawanan), dan hakikatnya adalah munculnya kekuatan iman, jihad dan tawakal. Fenomena ini adalah fenomena di mana ayat yang mulia ini diturunkan pada awal Islam:

 

‏ الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ ﴿١٧٣﴾‏

فَانقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ ﴿١٧٤﴾‏

"Mereka juga orang-orang yang tidak gentar lalu patah semangat ketika ditakut-takuti oleh orang lain dengan mengatakan, "Musuh kalian telah mengumpulkan tentaranya, maka takutlah kepada mereka." Sebaliknya, mereka justru bertambah yakin terhadap pertolongan Allah, dan menjawab, "Allah cukup bagi kami. Dia yang mengatur urusan-urusan kami. Dan Dialah sebaik-baik yang diserahi urusan." (QS. Aali Imran, 173)

"Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." (QS. Aali Imran, 174)

Adegan dan peristiwa di Palestina adalah salah satu manifestasi dari fenomena menakjubkan yang telah berhasil membawa rezim agresif Zionis dari keadaan agresif dan pembunuh ke keadaan bertahan dan pasif, dan membuat rezim tersebut tertimpa masalah politik, keamanan dan ekonomi yang nyata. Contoh perlawanan cemerlang lainnya dapat dilihat dengan jelas di Lebanon, Irak, Yaman, dan beberapa tempat lainnya.

Ketiga, selain semua itu, saat ini dunia sedang menyaksikan model sukses dan contoh yang membanggakan dari kekuatan dan kedaulatan politik Islam di Iran yang Islami. Kestabilan, kemerdekaan, kemajuan dan kehormatan (kemuliaan) Republik Islam adalah peristiwa besar, penuh makna dan menarik yang dapat menarik pikiran dan perasaan setiap Muslim yang terjaga (bangkit/waspada).

Ketidakmampuan dan terkadang tindakan salah kita, para pejabat pemerintahan ini, yang menyebabkan tertundanya pencapaian penuh atas semua berkah dari pemerintahan Islam, tidak akan pernah mampu menggoyahkan fondasi kokoh dan langkah teguh yang bersumber dari prinsip dasar pemerintahan ini, dan juga tidak akan pernah mampu untuk menghentikan kemajuan material dan spiritualnya.

Di bagian atas daftar dari prinsip-prinsip dasar ini, kedaulatan (aturan) Islam dalam legislasi dan implementasi, mengandalkan (bersandar pada) suara rakyat dalam masalah administrasi negara yang paling penting, kemerdekaan (kemandirian) politik secara penuh, dan tidak mengandalkan kekuatan penindas, ditempatkan pada urutan teratas. Dan prinsip-prinsip inilah yang dapat menjadi tempat konsensus di antara bangsa-bangsa Muslim dan pemerintah-pemerintah umat Islam, dan memadukan serta mempersatukan umat Islam dalam orientasi dan kerja sama.

Ini adalah landasan dan faktor yang telah memberikan situasi yang menguntungkan saat ini di dunia Islam untuk gerakan ke arah persatuan. Pemerintah-pemerintah  Muslim, para elite agama dan ilmiah, dan para intelektual yang independen, serta para pemuda pencari kebenaran, harus berpikir untuk mengambil manfaat dari bidang yang menguntungkan ini lebih dari yang lainnya.

Wajar jika kekuatan-kekuatan arogan, terutama Amerika Serikat (AS), khawatir tentang tren seperti itu di dunia Islam dan menggunakan semua sumber daya dan fasilitas mereka untuk menghadapinya, dan inilah yang terjadi sekarang ini.

Dari imperium media dan metode perang lunak, hingga penghasutan perang dan memicu perang proxy, sampai rayuan dan intelijen politik, dan hingga ancaman, keserakahan dan penyuapan…, dan semuanya telah digunakan oleh AS dan pihak-pihak arogan lainnya untuk memisahkan dunia Islam dari jalan kebangkitan dan kebahagiaan mereka. Rezim kriminal dan pemeras, Zionis di kawasan ini adalah salah satu alat dari upaya komprehensif tersebut.

Dengan rahmat dan kehendak ilahi, upaya-upaya tersebut telah gagal dalam banyak kasus, dan Barat yang arogan menjadi semakin lemah dari hari ke hari di kawasan sensitif kita, dan baru-baru ini di seluruh dunia. Kecemasan dan kegagalan AS dan kaki tangan kriminalnya, yaitu rezim perampas di kawasan, dapat dilihat dengan jelas dalam peristiwa di Palestina, Lebanon, Suriah, Irak, Yaman, dan Afghanistan.

Di titik sebaliknya, dunia Islam penuh dengan anak-anak muda yang termotivasi dan energik. Modal terbesar untuk membangun masa depan adalah harapan dan kepercayaan diri, yang saat ini sedang menggelora di dunia Islam, khususnya di negara-negara di kawasan. Kita semua memiliki kewajiban untuk menjaga dan meningkatkan modal ini.

Namun, Anda tidak boleh mengabaikan tipu daya musuh sesaat pun. Marilah kita hindari kesombongan dan kelalaian, dan marilah kita tingkatkan upaya dan kewaspadaan kita, dan dalam segala situasi, mari kita meminta bantuan dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan Bijaksana dengan penuh perhatian dan permohonan (pendekatan diri kepada Allah Swt). Menghadiri acara dan ritual haji adalah kesempatan besar untuk tawakal dan permohonan, serta untuk berpikir dan mengambil keputusan.

Berdoalah untuk saudara dan saudari Muslim Anda di seluruh dunia dan mohonlah kepada Tuhan untuk taufik dan kemenangan mereka. Sertakan bimbingan dan bantuan Tuhan untuk saudara-saudara Anda ini dalam permohonan suci Anda.

والسّلام علیکم و رحمة اللّه

سیّدعلی خامنه‌ای

۵ ذی‌الحجّة ۱۴۴۳

۱۴ تیر ۱۴۰۱

 

(RA)

Tags