Jul 23, 2022 13:44 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian dan Menlu Hongaria Peter Szijjarto
    Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian dan Menlu Hongaria Peter Szijjarto

Hossein Amir-Abdollahian, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto pada Jumat (22/07/2022) malam, menekankan posisi prinsip Republik Islam Iran dalam menolak perang dan sanksi, dan menyatakan bahwa Iran ingin fokus pada solusi politik untuk menyelesaikan krisis Ukraina.

Sejak awal krisis Ukraina, Republik Islam Iran telah mengumumkan sikap prinsipnya tentang perlunya penyelesaian sengketa secara damai berdasarkan hukum internasional dan telah meminta semua pihak untuk menghormati ketentuan Piagam PBB dan hukum internasional.

Menurut laporan Iran Press, Hossein Amir-Abdollahian, Menteri Luar Negeri Iran dalam percakapan telepon ini menekankan bahwa Iran ingin fokus pada solusi politik untuk menyelesaikan krisis di Ukraina.

Menurutnya, dalam hal ini Iran akan melanjutkan upaya dan konsultasi antara Moskow dan Kiev demi memperkuat dan memajukan solusi politik bagi mempercepat penyelesaian krisis ini dan juga untuk membantu memastikan ketahanan energi dan ketahanan pangan, dan dalam hal ini, Iran juga telah mengadakan pembicaraan dengan otoritas Rusia dan Ukraina.

Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian dan Menlu Hongaria Peter Szijjarto

Dalam percakapan telepon ini, menteri luar negeri Iran juga menyebutkan hasil kunjungan timpalan Hongarianya ke Tehran tahun lalu dan kesepakatan yang dicapai antara kedua negara, seraya mengatakan bahwa mengembangkan hubungan dengan Hongaria adalah prioritas bagi Republik Islam Iran.

Merujuk pada kemajuan dan pencapaian Republik Islam Iran di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk membumikan pengetahuan dan teknologi energi nuklir damai dengan berbagai aplikasi damai di bidang kelistrikan, kedokteran, pertanian dan industri, Amir-Abdollahian menekankan kesiapan Iran untuk memperluas kerja sama dan pertukaran pengalaman di bidang ilmu pengetahuan, akademisi dan teknologi antara kedua negara.

Di bagian lain dari percakapan ini, menteri luar negeri Iran menyatakan bahwa Iran bertekad untuk melestarikan dan mengembangkan pengetahuan nuklir damai, dan pada saat yang sama, dalam proses negosiasi untuk mencabut sanksi, Iran sangat serius untuk mencapai kesepakatan yang baik dan berkelanjutan dan sedang bernegosiasi melalui Uni Eropa.

Di akhir percakapan ini, Amir-Abdollahian mengungkapkan harapannya bahwa pihak Amerika akan bertindak secara realistis dan mempercepat serta memfasilitasi kembalinya semua pihak ke dalam kesepakatan.

Dalam percakapan telepon ini, Menteri Luar Negeri Hongaria juga menekankan perlunya meningkatkan hubungan bilateral antara Tehran dan Budapest.

Menurutnya, "Pemerintah Hongaria selalu mendukung pendekatan yang seimbang dari Republik Islam Iran di forum-forum internasional, dan di dalam rangka lebih mengembangkan hubungan khususnya di bidang ekonomi, Budapest siap mengadakan Komisi Bersama Ekonomi dan juga menyambut baik kunjungan pejabat kedua negara untuk menindaklanjuti perkembangan hubungan.

Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto menyampaikan apresiasi terhadap upaya Iran membangun stabilitas di kawasan dan dunia, serta mengapresiasi diselenggarakannya KTT Proses Astana di Tehran.

Menghargai perhatian Iran terhadap isu ketahanan energi, Menlu Hongaria menekankan pentingnya isu energi bagi Eropa dan dunia seraya mengingatkan bahwa terlibatnya Iran lebih kuat ke pasar energi global sejalan dengan kepentingan semua negara dan bangsa di dunia.

Pada akhir pembicaraannya, Peter Szijjarto mengundang mitra Irannya untuk mengunjungi negara ini lagi.

Menlu Hongaria menekankan, "Dalam kerangka kebijakan luar negeri pemerintah Hongaria, kami berkomitmen untuk mengembangkan kerja sama bilateral dengan Republik Islam Iran, dan kelanjutan dari pertemuan ini akan mempromosikan dan memperluas hubungan antara kedua negara di berbagai bidang."

Sebagai dua negara sahabat, Republik Islam Iran dan Hongaria selalu menyesuaikan hubungan mereka berdasarkan saling menghormati dan memandang ke depan, dan telah membentuk interaksi dan kerja sama mereka berdasarkan pandangan dan posisi yang sama.(sl)

Tags