Jul 30, 2022 16:33 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran dan sejawatnya dari Cina
    Presiden Iran dan sejawatnya dari Cina

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi di kontak telepon satu jam dengan sejawatnya dari Cina, Xi Jinping membahas transformasi utama internasional dan regional serta menekankan pengokohan kerja sama bilateral.

Sayid Ebrahim Raisi Jumat (29/7/2022) sore di kotak telepon dengan Xi Jinping menyebut intervensi Amerika di urusan internal berbagai negara sebagai kelanjutan dari pendekatan destruktif unilateralisme negara ini yang saat ini menjadi ancaman bagi perdamaian dan keamanan global.

Seraya menekankan tekad Iran untuk memperluas hubungan penuh dengan Cina, Raisi selain transformasi internasional menyebut kerja sama independen dan didasarkan pada kepentingan nasional negara-negara yang memiliki kedaulatan sebagai teladan yang benar pemimpin di tingkat regional dan internasional.Dan sambil menekankan perlunya keadilan dan kewajaran untuk menang dalam tatanan internasional yang muncul, Raisi menganggap setiap upaya Amerika untuk mengulangi model Perang Dingin di dunia sebagai tanda kelemahan dan kemundurannya.

Sementara itu, Xi Jinping di kontak telepon ini memuji kerja sama Iran dan Cina di tingkat internasional dan dukungan timbal balik kedua negara terhadap sikap masing-masing di tingkat regional dan intenternasional. Presiden Cina juga menekankan pentingnya strategis hubungan China-Iran serta upaya negaranya untuk memperkuat dan mengembangkan kerja sama strategis dan keamanan utama antara kedua negara, terutama di bidang komersial, ekonomi, infrastruktur, dan energi.

Xi Jinping menyatakan: "Pelaksanaan dokumen kerja sama komprehensif 25 tahun antara kedua negara adalah langkah besar ke arah ini, dan atas dasar ini, saya mengeluarkan perintah yang diperlukan untuk mengembangkan hubungan strategis menyeluruh dengan Iran, termasuk dalam bidang ekonomi.”

Hubungan Iran dan Cina selama beberapa tahun terakhir terus tumbuh, khususnya sikap bersama kedua negra melawan kebijakan hegemoni Amerika serta perjanjaian kerja sama 25 tahun merupakan titik balik hubungan bilateral kedua negara.

Dalam kaitan ini, Raisi dan Xi Jinping seraya menggulirkan prakarsa perluasan kerja sama dan menyatakan kepuasannya atas proses perkembangan hubungan serta lompatan perdagangan kedua negara selama satu tahun terakhir, mencapai kesepakatan terkait mekanisme perluasan dan percepatan proses implementasi rencana kerja sama komprehensif 25 tahun.

Presiden Iran menyambut baik perluasan kerjasama ekonomi multilateral dalam rangka pengaturan regional dan ekstra regional seperti Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) dan BRICS. Raisi saat merespon pujuan pendekatan perluasan hubungan dan kerja sama Republik Islam Iran dengan  tetangganya dan pencapaiannya oleh Presiden Cina, menekankan: Pendekatan Republik Islam Iran ini telah menyediakan platform yang diperlukan untuk keamanan dan pembangunan kolektif di Asia Barat dan dapat menjadi model untuk memperkuat kepercayaan politik dan pembangunan ekonomi di kawasan.

Sejalan dengan kepentingan bersama dan kesamaan, serta kesamaan pendekatan dan pandangan tentang isu-isu regional dan ekstra-regional, Iran dan Cina memiliki banyak motivasi dan alasan untuk mempromosikan hubungan di bidang ini. Pernyataan bersama “Kemitraan Strategis Komprehensif antara Republik Islam Iran dan Republik Rakyat Cina” yang ditandatangani antara kedua negara setelah kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Tehran pada Januari 2016 dalam bentuk 20 artikel , peta jalan untuk memperluas dan memperdalam kerja sama Kerjasama Tehran-Beijing telah ditetapkan di bidang politik, eksekutif, kemanusiaan dan budaya, peradilan, pertahanan keamanan, regional dan internasional.

Paragraf pertama dari pernyataan ini disebutkan: "Para pihak percaya bahwa di bawah kondisi proses multi-polarisasi sistem internasional dan globalisasi ekonomi telah diperdalam, hubungan antara kedua negara Iran dan Cina telah memperoleh kepentingan strategis dan mereka menganggap satu sama lain sebagai mitra strategis penting mereka dan menetapkan pengembangan hubungan di antara mereka sebagai prioritas kebijakan luar negeri mereka".

Kini kondisi internasional khususnya eskalasi represi Amerika terhadap Cina serta pendekatan intervensif Washington di Asia Barat, serta di sisi lain, konvergensi lebih besar kedua negara Iran dan Cina di bidang hubungan bilateral dan isu-isu regional serta internasional telah menambah urgensi peningkatan konsultasi dan pertukaran pandangan antara pejabat kedua negara. Pastinya kontak telepon presiden Iran dan Cina merupakan langkah untuk memajukan masalah ini. (MF)

 

Tags