Aug 02, 2022 16:14 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian
    Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, apa yang dipahami Zionis hanyalah bahasa kekuatan dan perlawanan.

Hossein Amir Abdollahian, Selasa (2/8/2022) menuturkan, "Sungguh disayangkan di dunia hari ini, Barat berusaha memaksakan nilai-nilai lemah mereka ke negara lain, padahal AS dan beberapa negara lain tidak mematuhi aturan-aturan dasar hak asasi manusia."

Ia menambahkan, "Sejak 2003 hingga 2011, Irak berada di bawah pendudukan AS, dengan sekitar 175.000 personel militer yang menguasai wilayah-wilayah kaya minyak negara bekas jajahan Inggris itu. Dalam dua dekade terakhir, untuk menjamin kepentingan AS, dan beberapa negara Barat, penjualan senjata dengan teroris sebagai instrumennya, mengalami peningkatan."

Menlu Iran menjelaskan, hari ini selain menjual senjata dan perang yang untungnya dirasakan oleh pabrik-pabrik senjata AS, pemanfaatan terorisme juga ditambahkan, dan contoh nyatanya adalah teror Shereen Abu Akleh, wartawan Palestina.

"Republik Islam Iran bangga karena berdasarkan pengalaman Revolusi Islam, pengalaman Republik Islam dan pengalaman perlawanan, terbukti bahwa Rezim Apartheid Zionis, hanya mengerti bahasa kekuatan dan perlawanan, namun demikian Iran menggulirkan ide referendum di tengah penduduk asli Palestina baik itu Kristen, Muslim maupun Yahudi," pungkasnya. (HS)

Tags