Aug 04, 2022 15:47 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian
    Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Hossein Amir-Abdollahian seraya menekankan dukungan Tehran atas kebijakan satu Cina menyatakan, langkah provokatif Amerika menjadi sumber ancaman perdamaian dan stabilitas internasional.

Menlu Iran Rabu (3/8/2022) dan menyusul kunjungan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi ke Taiwan, di cuitannya berbahasa Cina menulis, menghormati integritas wilayah negara lain merupakan bagian hak internasional yang diakui.

"Tidak ada keraguan dukungan Iran terhadap prinsip Satu Cina di koridor ini," tandas Amir-Abdollahian. Langkah provokatif Amerika telah menjadi sumber ancaman perdamaian dan stabilitas internasional.

Pengumuman dukungan Republik Islam Iran terhadap kebijakan Satu Cina dimaksudkan untuk memperkuat hubungan Tehran-Beijing serta penentangan Tehran terhadap kebijakan serta langkah intervensif Amerika di urusan internal Beijing.

Langkah provokatif terbaru Amerika terhadap Cina adalah kunjungan rahasia dan kontroversial, Nancy Pelosi ke Taiwan hari Selasa (2/8/2022). Bersamaan dengan kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan, sejumlah jet tempur Cina terbang di Selat Taiwan.

Kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan

Terlepas dari peringatan keras dan tindakan Cina seperti diadakannya latihan udara dan angkatan laut oleh Beijing di sekitar Taiwan, Pelosi melakukan perjalanan petualangan ini untuk menyatakan dukungan Washington untuk Taiwan, yang bahkan bertentangan dengan kebijakan resmi AS yang secara resmi mengakui Satu Cina.

Sejatinya, tindakan Ketua DPR AS itu mencampuri urusan dalam negeri Cina dan secara implisit berarti mengakui Taiwan sebagai negara merdeka. Pelosi dianggap sebagai pejabat tertinggi AS yang telah mengunjungi Taiwan sejak 1997. Kementerian Luar Negeri China, menanggapi kehadiran Pelosi di Taiwan, mengumumkan bahwa tindakan ini merupakan pengkhianatan yang disengaja oleh Amerika Serikat terhadap prinsip "Satu Cina".

Perlu disebutkan bahwa setelah kedatangan Nancy Pelosi di Taiwan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, dalam menanggapi kunjungan ini, sekali lagi menekankan dukungan terhadap kebijakan Satu Cina dan mengecam perilaku Amerika yang menimbulkan ketegangan dan campur tangan dalam urusan internal Cina serta pelanggaran integritas teritorial negara itu. Kanaani mengatakan, "Iran menilai penghormatan terhadap integritas teritorial negara-negara sebagai salah satu dasar kebijakan luar negerinya, dan mendukung kebijakan Satu Cina dalam kerangka ini tidak ada keraguan di dalamnya.

Pengumuman sikap Iran mengenai intervensi AS dalam urusan dalam negeri Cina dan dukungan eksplisit terhadap Beijing sejalan dengan hubungan bilateral kedua negara. Hubungan antara Iran dan Cina telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir, dan terutama posisi bersama kedua negara dalam menghadapi kebijakan hegemonik Amerika Serikat, serta kesimpulan dari program kerja sama komprehensif 25 tahun, dianggap sebagai tonggak sejarah dalam hubungan bilateral.

Sehubungan dengan itu, Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi dan Presiden Cina Xi Jinping, dalam percakapan telepon terakhir mereka, menyatakan kepuasan mereka dengan perkembangan hubungan dan lonjakan pertukaran perdagangan antara kedua negara dalam satu tahun terakhir, serta mencapai kesepakatan tentang perkembangan dan solusi percepatan pelaksanaan program kerjasama komprehensif 25 tahun.

Iran dan Cina sejalan kepentingan dan kesamaan bilateral serta pendekatan dan visi bersama terkait isu-isu regional dan transregional, memiliki berbagai alasan dan peluang untuk meningkatkan hubungan di bidang ini. Kondisi dan situasi kawasan serta internasional, khususnya eskalasi represi Amerika terhadap Cina serta kebijakan intervensif Washington di Asia Barat, serta dari sisi lain konvergensi lebih besar Iran dan Cina di bidang hubungan bilateral dan isu-isu regional serta internasional mendorong peningkatan level hubungan serta konsultasi kedua negara. (MF)

 

Tags