Aug 11, 2022 10:59 Asia/Jakarta
  • Ini Reaksi Iran terhadap Tudingan Baru AS

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menanggapi klaim baru dari otoritas kehakiman Amerika mengenai warga Iran.

Departemen Kehakiman AS Rabu (10/8/2022) malam mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa seorang warga negara Iran yang merupakan anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dituduh berusaha membunuh John Bolton, mantan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih.

Departemen Kehakiman AS mengklaim bahwa terdakwa, yang berusia 45 tahun, bermaksud membayar 300.000 dolar untuk menyewa orang yang biasa melakukan pembunuhan ini.

Dalam pernyataan ini, diklaim bahwa motivasi orang ini mungkin untuk membalas dendam atas pembunuhan Mayjen Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam.

Nasser Kanani Chafi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran Kamis (11/8/2022) pagi mengatakan, "Otoritas kehakiman Amerika, dalam kelanjutan dari tuduhan tak berujung negara ini terhadap Republik Islam dan kelanjutan kebijakannya yang gagal terhadap Iran, membuat cerita baru mengenai tuduhan tanpa memberikan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan,".

"Klaim tak berdasar tersebut dibuat dengan tujuan dan motif politik untuk menciptakan suasana propaganda, sekaligus melarikan diri dari tanggung jawab untuk menanggapi berbagai kejahatan teroris yang menempatkan pemerintah Amerika terlibat langsung, seperti pembunuhan Syahid Soleimani, serta dukungan terhadap rezim Zionis dan kelompok teroris Daesh," ujar Jubir Kemenlu Iran.

"Menenun cerita fiktif menjadi prosedur berulang dalam sistem peradilan dan propaganda Amerika, dan kali ini, menggunakan skenario yang melibatkan elemen-elemen yang gagal dan tidak berharga secara politik seperti Bolton," tegasnya.

Republik Islam Iran, tutur Kanani Chafi, berhak untuk mengambil tindakan apa pun dalam kerangka hukum internasional demi membela hak-hak pemerintah dan warga negaranya.(PH)

Tags