Aug 12, 2022 18:11 Asia/Jakarta
  • Nasser Kanani Chafi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran
    Nasser Kanani Chafi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut kisah baru yang disampaikan AS sebagai upaya melarikan diri dengan tujuan untuk melepaskan tanggung jawab kejahatan internasional dan mengatakan, "Melanjutkan keributan tidak akan membantu membersihkan wajah rezim Amerika Serikat."

Nasser Kanani Chafi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah tweet pada hari Jumat (12/08/2022), setelah skenario baru AS terhadap Republik Islam Iran menulis, "Melanjutkan keributan tidak akan membantu membersihkan wajah rezim AS, tetapi justru akan membuatnya lebih dibenci oleh bangsa Iran dan dunia."

Pada hari Rabu (10/8), Departemen Kehakiman AS mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa seorang warga negara Iran yang merupakan anggota Korps Garda Revolusi Islam dituduh berusaha membunuh John Bolton, mantan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih.

John Bolton, mantan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih

Departemen Kehakiman AS telah mengklaim bahwa tersangka, yang berusia 45 tahun, bermaksud membayar $300.000 untuk menyewa orang agar melakukan pembunuhan ini.

Dalam pernyataan ini, diklaim bahwa motif orang ini mungkin untuk membalas dendam atas pembunuhan Letnan Jenderal Qassem Soleimani, mantan Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam.

Setelah pernyataan ini dipublikasikan, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengklaim, "Pemerintahan Biden tidak akan berkompromi untuk melindungi semua orang Amerika dari ancaman kekerasan dan terorisme."

Sebagai tanggapan atas cerita baru otoritas kehakiman AS, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya memperingatkan terhadap tindakan apa pun terhadap warga negara Iran dengan dalih konyol itu.(sl)

Tags