Aug 17, 2022 18:12 Asia/Jakarta
  • Presiden Raisi
    Presiden Raisi

Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi menyebut tawanan yang dibebaskan sebagai simbol muqawmaa, kesabaran dan resistensi bangsa Iran.

Rabu 17 Agustus 2022 adalah hari peringatan kembalinya tawanan Iran ke tanah air.

Pada bulan Agustus 1990 (26 Mordad 1369 HS), Iran menyaksikan kembalinya mereka yang dibebaskan dan mulia, setelah bertahun-tahun ditawan di penjara-penjara yang ditakuti rezim Baath Irak dan mereka kembali menjejakkan kaki di tangah Iran-Islami.

Seperti dilaporkan Iran Press, Sayid Ebrahim Raisi Rabu (17/8/2022) di sidang kabinet seraya menghormati hari kembalinya tawanan Iran ke tanah air mengatakan, tawanan Iran yang dibebaskan adalah simbol muqawama, kesabaran, keteguhan dan perjuangan bangsa Iran, dan mereka membawa kehormatan bagi negara di hari-hari tersulit.

Presiden Iran menilai penting penghargaan dan menjelaskan keberanian tawanan Iran bagi rakyat dan generasi muda negara ini dan menegaskan, mereka yang menjaga pesan Imam dan Revolusi Islam di puncak keterasingan dan kesulitan, tidak berpaling dari cita-cita Islam adalah pahlawan sejati bangsa.

Raisi juga menekankan urgensi memanfaatkan kapasitas rakyat di perkumpulan agung rakyat di hari Arbain. "Perlu bagi setiap instanis secara jihadis baik dari sisi konsultasi diplomatik dengan Irak, atau dalam menjamin infrastruktur yang diperlukan, aktif di bidang upaya mempermudah ziarah Arabain bagi para peziarah.

20 Safar 1444 H atau 17 September 2020 adalah hari Arabain Imam Husein as, Imam ketiga Syiah dan para sahabatnya yang gugur di Padang Karbala, dan para peziarah di hari ini berbodong-bondong menghadiri acara Arabain Huseini di kota Karbala di selatan Irak.

Menurut Sayid Majid Mir Ahmadi, ketua staf pusat Arbain Iran, sampai saat ini 1,600 juta warga Iran telah mendaftar untuk berpartisipasi di ritual Arbain, dan diprediksikan tahun ini sebanyak lima juta perziarah Arbain akan berangkat ke Irak. (MF)

 

Tags